CB, Tanah Bumbu – Pada tahun 2007 pemprov Kalsel mengucurkan dana sebesar Rp. 2 milliar akan tetapi selanjutnya dana tersebut diklaim sebagai penyertaan modal.
Jika dana tersebut dianggap sebagai penyertaan modal, maka dana itu pun sudah lama habis, karena kondisi PDAM yang terus merugi selama beberapa tahun. Plt Direktur PDAM Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu, kalimantan Selatan, Ahmad Sobari kepada media ini (23/01/20)
menjelaskan bahwa asset atau modal PDAM Bersujud Tanah Bumbu saat ini telah mencapai Rp. 200 milliar. Jika dana dari Pemprov Kalsel tersebut dianggap pinjaman atau piutang PDAM , maka dana tersebut tetap utuh dan pihak pemberi pinjaman (Pemprove Kalsel) pun tetap memerima bunga.
“Kalau dibandingkan asset PDAM saat ini uang dari Pemprov Kalsel tersebut hanya 1 persen saja”, ungkap Ahmad Sobari. Dikatakannya bahwa pada awalnya jumlah pelanggan PDAM Kabupatenn Tanah Bumbu hanya terdapat 7000 pelanggan saja, tapi saat ini PDAM Bersujud Tanah Bumbu sudah memiliki jumlah 27.000 pelanggan, ungkap Sobari.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Tanah bumbu, H. supiansyah, ZA mengatakan bahwa “Kita sudah menawarkan untuk mengembalikan dana Rp 2 milliar tersebut kepada Pemprov Kalsel tapi belum terlaksana”. Nanti masalah tersebut akan ditangani oleh Kabag Ekonomi Pemkab Tanbu, tutur H. upi, sapaan akrabnya.(jhon)
