Sempat Mandek Tiga Bulan, Akhirnya Bupati Lantik Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Yang Disoal LSM Cakra

Agus Santoso: Siap, Siap Sekali Dikritik

CB, TULUNGAGUNG – Satu dari enam peserta lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Tulungagung,  yang disoal LSM Cakra tentang kesehatannya itu akhirnya dilantik Bupati Tulungagung Drs Mariyoto Birowo MM, di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Selasa (02/03). Selain melantik enam pejabat eselon II hasil lelang tersebut, bupati juga melantik Administrator, Pengawas dan Fungsional serta penyerahan Surat Kepusan Bupati Kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemkab Tulungagung.

Dilantiknya enam Pejabat Pimpinan Tinggi  Pratama yang sempat menuai masalah itu dikarenakan telah menuai titik terang. Karena, setelah surat yang dilayangkan LSM Cakra ke Komisi ASN menuai titik terang, yakni setelah pihak Komisi ASN memutuskan bahwa pihak terlapor dinyatakan   masih memenuhi syarat. Kesimpulan yang diambil pihak Komisi ASN itu setelah hasil pemanggilan yang bersangkutan ke Jakarta,  dan yang bersangkutan masih normal alias tidak ada masalah soal kesehatannya.

Usai dilantik, Galih Nusantoro yang telah menduduki jabatan barunya, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung ini terlihat penuh semangat. Untuk itu, dirinya akan melakukan  perubahan yang lebih baik lagi pada di jabatan barunya itu.

“Ya tentunya kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk membuat Tulungagung kedepan, khusus bidang perhubungan bisa lebih baik lagi,” kata pria yang sebelumnya menjabat Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tulungagung ini kepada Cahaya Baru.

Sementar itu, Camat Rejotangan Agus Santoso S.Sos yang kini menduduki jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Tulungagung tidak akan menutup hubungan dengan pers maupun LSM. Bahkan, dirinya pun siap dikritik bila dirinya lalai dalam menjalankan amanah.

“Siap, siap sekali dikritik. Rencana saya, satu tahun kedepan ingin berdialog dengan teman-teman media dan LSM. Mungkin satu atau dua bulan agar ada kelancaran saat saya menjalankan tugas, tentunya masukan dari teman-teman sangat kami harapkan,” kata pria yang dekat dengan teman pers dan LSM ini.

Yang jelas, lanjut Agus Santoso, tanpa ikut serta teman media dan LSM dirinya dirinya bukanlah siapa-siapa. Sehingga, menurutnya, pers maupun LSM adalah dari bagian ujung tombak saat dirinya mengemban tugas.

“Yang jelas media dan LSM saya harapkan sekali kerjasamanya dan bisa  dikatakan ujung tombak sayalah. Tanpa itu jelas saya tidak punya apa-apa,”paprnya.

Masih kata Agus Santoso, untuk tahap awal ini dirinya akan melakukan pembinaan pada warga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Tulungagung secara khusus akan dipertemukan agar bisa berbagi pengalaman. Dan, untuk jangka panjang dirinya juga akan menjadikan desa itu layak warga, diantaranya sebuah warga yang punya penghasilan yang bisa mengayomi anak istri dan akhirnya timbul keharmonisan.

“Secara ekonomis ada peningkatan, tapi secara keluarga anak-anaknya masih banyak yang putus sekolah. Bahkan, masih banyak pula mereka yang akhirnya cerai, dikarenakan kurangnya berbagi pengalaman. Dan ini adalah tugas kami, agar tidak lagi terjadi hal yang sama” jelasnya.

Untuk itu, imbuh Agus Santoso, dirinya inginkan semakin tahun para TKI ini semakin berkurang yang pergi ke luar negeri.   Artinya, untuk kedepannya desa itu layak warga, yakni sebuah warga yang tidak harus bepergian kemana-mana alias di desanya sendiri sudah tercukupi.

“Jadi, kalau yang jadi TKI yang pria, tentunya istrinya harus mampu mengelola keuangannya dengan baik dan sebaliknya. Dengan begitu, saya yakin keharmonisan akan ditemukannya. Dengan begitu, semakin tahun semakin berkurang mereka pergi ke luar negeri,” jelas Agus Santoso.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *