CB, Gresik – Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah karena tidak semua kebijakannya diterima oleh semua pihak maka dari seorang pemimpin harus mendengar suara masyarakat, menerima kritikan, saran dan harus bisa menyelami karakter dan menampung aspitasi masyarakatnya.
Tidak hanya secara formal melalui rapat ataupun musyawarah, namun dimanapun dan kapanpun waktunya harus bisa dilakukan.
Terdapat banyak pengabdian bagi para kepala desa (kades) untuk membangun wilayahnya. Bagi Hariono, SP, medan pengabdian yang dipilihnya mulai dari lingkup terdekat yaitu mengabdi di desa kelahirannya sebagai kepala desa. Menjadi kepala desa karena dorongan dari warga di desa Wotansari Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang meminta Hariono untuk memimpin desanya.
Hariono, SP adalah seorang Kepala Desa yang Santun, bijak, sederhana dan berwibawa serta tegas dalam kepimimoinan. Tak heran jika ia terbilang sukses membangun Desa Wotansari, terlebih dalam menangani beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat, ia selalu bersikap terbuka danvtudak membeda – bedakan didalam melayani masyarakat Wotansari, berkat dari hasil kerja kerasnya. Desa yabg dulu berjalan apa adanya, kini menjadi desa yang lebih baik, kreatif, kompak, dan maju dalam pelayanan maupun pembangunan infrastrukturnya dan mengentas garis kemiskinan.
Dalam hal yang memimpin desa Kades Hariono, SP selalu berkoordinasi dengan pemerintahan diatasnya dan juga bawahannya dan apalagj dengan masyarakatnya, tanpa kerjasama tidak mudah membangun desa menuju Desa Wotansari yang lebih baik dan lebih maju, tak heran dengan sikap yang ditampilkan Kades Wotansari Hariono, SP iniembuat tokoh – tokoh dan masyarakat Desa Wotansari untuk kembali melanjutkan perjuangan yang sudah nyata dan terbukti dalam periode ke 1 ke peride ke 2 (Ono/Team)
