Kajari Tulungagung Tepis ‘Main Mata’ Dengan Kades Banyuurip

Kades: Jadi, Kita Tetap Taat Hukum, Profesional dan Tidak Pernah Ada Hal-hal Seperti Yang Disangkakan

CB, TULUNGAGUNG – Rumor beredar, dugaan ‘pihak’ Kejaksaan Tulungagung adanya ‘main mata’ dengan Kades Banyuurip soal dugaan kasus penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang dilaporkan Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli (PKTP) ditepis langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung Mujiarto SH, MH. Karena, menurutnya, rumor yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu dirinya enggan menanggapi dengan serius dan dari hasil cross check dilapangan serta hasil pemeriksaan soal Kades Banyuurip itu pun tidak ada bukti yang melanggar hukum.

Dan, selain itu, Kajari tidak mau ambil pusing, bahkan dirinya pun tidak pula memiliki beban sama sekali soal romur tersebut. Karena, menurutnya, yang terpenting dirinya akan tetap bekerja sesuai tugas dan fungsi pokok (Tufoksi). Untuk itu, dirinya akan tetap mengedepankan birokrasi bersih dan akan tetap melayani/mengayomi masyarakat dengan tetap sesuai penegakan hukum yang berlaku.

“Tidak benar itu dan nomor telepon kadesnya saja saya tidak punya bagaimana bisa nyambung. Jadi, saya tidak memiliki beban sama sekali dan yang terpenting bagi saya sudah sesuai Tufoksi,” kata Kajari Tulungagung saat dikonfirmasi cahayabaru.id di ruang kerjanya, Rabu (15/09), sembari mengatakan kalau nomor Kepala Dinas saja pun tidak punya.

Yang terpenting lagi, lanjut pria asli kelahiran Tulungagung ini, ia ingin mengedepankan transparansi dengan membangun sebuah birokrasi yang bersih dan mampu melayani/mengayomi masyarakat secara adil dan bijak. “Yang pasti saya berkeinginan bisa menciptakan atau membangun Tulungagung semakin lebih baik lagi dengan birokrasi yang bersih, tentu sesuai Tufoksi masing-masing,” kata Kajari yang terlihat sangat bersahabat pada semua wartawan ini dengan mimik santai.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Sugiatno juga menampik keras kalau dirinya ada main mata dengan pihak kejaksaan. Namun demikian, selaku warga negara yang taat hukum, taat proses dan ketika dirinya diperiksa (kasus yang dilaporkan pihak ketiga, red) ia pun mengikuti proses hukum dan pihak kejaksaan pun melakukan telaah yang sangat profisional.

“Begini, bahwa saya sebagai Warga negara taat hukum, taat proses saya sebetulnya mengikuti proses ketika kami diperiksa, kejaksaan juga melakukan telaah profesional. Apa yang dilakukan pihak ketiga (pelapor, red) dan kejaksaan juga datang kesini (Desa Banyuurip, red). Dan ternyata yang dilapangan kan juga tidak demikian,” kata Kades Banyuurip saat dikonfirmasi cahayabaru.id di Balai Desa Banyuurip, Kamis (16/09).

Jadi, lanju kades, tidak ada hal-hal khusus dengan kejaksaan seperti yang disangkakan, seperti halnya ada main mata antara dirinya dengan pihak kejaksaan. “Jadi tidak ada pernah kami terus ada hal-hal khusus dengan kejaksaan seperti yang disangkakan main mata, ada semacam hal finansial itu kami sampaikan tegas itu tidak pernah ada. Jadi, kita taat hukum, profesional dan tidak pernah ada hal-hal yang disangkakan,” jelas kades ini dengan mimik serius.

Yang jelas, imbuhnya, terkait pemberitaan (cahayabaru.id, red), yakni belum lama ini terkesan menjustipikasi dan seolah-olah pemeriksaan kasus Desa Banyuurip itu diperiksa oleh kejaksaan dan berhenti ditengah jalan, itu pun tidak benar.

“Yang jelas pemberitaan yang kemarin, bagi kami menjustipikasi saya dan seolah-olah Kepala Desa Banyuurip periksa kejaksaan terus kemudian diberhentikan ditengah itu jelas tidak benar bagi kami. Karena kami mengikuti alurnya, kami mengikuti prosesnya dan sangat siap melaksanakan sesuatu dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” paparnya.(Khairul/Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *