Sidang Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Mojokerto terhadap Raperda P-APBD TA. 2021

CB, Mojokerto – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan terhadap Raperda P-APBD TA. 2021 digelar di Ruang Rapat Graha Whicesa DPRD Kabupaten Mojokerto, Jl. R.A. Basoeni no.35 Sooko, Kamis (16/9/2021).

Sidang Paripurna dipimpin Ketua DPRD Hj. Ayni Zuroh, SE.MM., didampingi Wakil Ketua DPRD HM. Sholeh dan Subandi, S.H., dihadiri oleh Bupati Mojokerto dr Ikfina Fahmawati.

Penyusunan rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 berpedoman pada RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2016-2021 yang dijabarkan lebih lanjut dalam RKPD perubahan tahun 2021 dengan memperhatikan saran dan pendapat DPRD yang disampaikan dalam proses pembahasan kebijakan umum perubahan APBD dan prioritas plafon anggaran sementara perubahan beberapa waktu yang lalu.

Bupati Mojokerto dr.Ikfina Fahmawati dalam sambutannya mengatakan: “Dalam penyusunan rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 1 pendapatan daerah secara keseluruhan mengalami perubahan proyeksi yaitu semula ditetapkan sebesar 2 triliun 455 miliar 776 juta 292.040 rupiah setelah kegiatan dan alokasi anggaran berubah menjadi sebesar 2 triliun 435 miliar 70 100 juta 594.540 rupiah.

Dalam rancangan perubahan APBD tahun 2021 pendapatan daerah 2 trilyun 408 miliar 2.327.521 rupiah atau mengalami penurunan setelah refocusing sebesar 31 miliar 69 juta 627.019 rupiah. Penurunan tersebut karena pandemi covid 19 di mana adanya kebijakan PPKN banyak kantor, hotel yang tutup, penurunan daya beli masyarakat sehingga membatasi ruang gerak masyarakat maupun perusahaan dalam beraktivitas.

Pendapatan daerah dapat dirinci sebagai berikut: PAD yang semula ditetapkan sebesar 540 miliar 120 juta 371.981 rupiah tidak mengalami perubahan. Pendapatan transfer semula ditetapkan sebesar 1 triliun 841 miliar 578 juta.920.059 rupiah setelah kegiatan dan realokasi anggaran berubah menjadi 1 triliun 824 miliar 874 juta 582.559 rupiah dalam rancangan perubahan APBD anggaran 2021 direncanakan sebesar 1 trilyun 785 miliar 875.540 rupiah atau mengalami penurunan.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula ditetapkan sebesar 74 miliar 77 juta rupiah kegiatan dari alokasi anggaran tidak mengalami perubahan. Dalam rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 ditetapkan sebesar 84 miliar 844.080 rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 8 miliar 767 juta 80 ribu rupiah.

Belanja daerah mengalami perubahan, menjadi 2 triliun 580 miliar 259 juta 228 ribu yang semula direncanakan 2 trilyun 754 miliar 296 juta 348.266 rupiah 40 sen atau mengalami penambahan setelah refocusing sebesar 174 miliar 30 7 juta 119.683 rupiah 41 sen. Kebutuhan belanja tersebut lebih besar daripada target pendapatan daerah pada APBD terdapat defisit anggaran semula sebesar 140 miliar rupiah setelah kegiatan dan anggaran berubah menjadi sebesar 141 miliar 187 juta 204.043 rupiah dalam rancangan perubahan APBD tahun 2021.

Untuk membiayai defisit anggaran pemerintah berencana menutup dari netto pembiayaan sebesar 346 miliar 294 juta 20.745 rupiah 41 sen yang diperoleh dari penerimaan pembiayaan sebesar 346 miliar 294 juta 20.745 rupiah 41 sen.”

Demikian penyampaian nota keuangan dari pengantar rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 yang dapat kami sampaikan dan selanjutnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada dewan yang terhormat untuk diadakan pembahasan dan pengkajian lebih lanjut. Semoga pembahasan dapat berjalan dengan lancar yang dilandasi dengan semangat dan keikhlasan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan rakyat, Tutup Bupati Ikfina. (Ertin Primawati/Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *