Pancasila, Hanya Karenamu Ya Jagad Giri Pratingkah Aku Ber-Demokrasi

CB, GRESIK – Audzubillah.., الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ(QS: 2, Ayat 3) Ya Alloh Ya Robb, Dzat yang Maha Ghaib, yang mengabulkan setiap do’a para hamba, ridhoi do’a hamba, Aamiin Ya Alloh.

Menjelang hari sakral dibelahan bumi Nuswantara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, selain hari Nasional yang lainnya, Tanggal 1 Oktober adalah Hari Kesaktian Pancasila.

Wawasan kebangsaan senantiasa menjadi inti dan konsumsi pokok bagi segenap tumpah darah Indonesia, penopang stabilitas ekonomi yang masih menjadi prioritas dalam pemulihannya, entah sampai kapan, terlebih dapat meningkatkan taraf hidup bagi segenap rakyat tercinta.

Melalui kalimat Tauhid kebangsaan Indonesia Raya yaitu Bhineka Tunggal Ika, Tanhana Dharma Mangrwa, semoga NKRI akan semakin meng-Aqidah dalam pribadi-pribadi manusia Nuswantara, Aamiin.

Sesuai kapasitas penulis sebagai profesional pers media, berusaha menterjemaahkan Pancasila dalam setiap nafas kehidupan. Adil, jika menjadi roh atau kesaktian dari pada Pancasila, maka demokratislah yang akan melahirkan keadilan menyeluruh bagi rakyat Indonesia.

Hyang Jagad Giri Pratingkah, ibrah/sanepo/gambaran makna yang beraplikasi (kawin) pada tata kelola dan/atau sistem kewenangan didalam pemerintahan NKRI.

NKRI, adalah wadah berpiranti dengan mekanisme pemerintahannya, beresonansi dari dan sekup hierarkis kewenangan terdapat didalamnya yakni Presiden, Gubernur, Walikota dan/atau Bupati, Camat, Lurah/Desa hingga Kepala Keluarga.

Presidennya Dunia, apakah lahir dari proses berdemokrasi antara negara-negara didunia ?, lantas melalui proses apa dan siapa yang memberikan predikat tersebut ?.

Karakter, nama, sifat dan dzatnya dari pada Presidennya Presiden, maka elementer sebagaimana cermin dari gambar mata rantai pada sila ke-2 Pancasila, tidak lagi samar atau ghaib namun menjadi nyata dan jelas bahwa Presidennya Dunia adalah Sang Hyang Giri Nata.

Ekstasi komunikasi adalah fase dan puncak pencapaian ilmu dalam berinteraksi antar insan setelah kemistri atau isik (asyik) saat berbicara, bila lena pada koridor norma-norma kemanusiaan maka sering tergelincir pada nge-gosip atau menggunjing.bersambung. (Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *