Tak Kunjung Ada Balasan Dari Pemdes Tiudan, LPKP2HI Bersurat ke Kejagung

CB, TULUNGAGUNG – Ketua lSM Lembaga Pengawas Kuropsi dan Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) Tulungagung, Sugeng Sutrisno, Rabu (22/09), bersurat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait temuannya data Sepede, soal APBDes Desa Tiudan Kecamtan Gondang Kabupaten Tulungagung.Tahun Anggaran 2020. Bersuratnya LPKP2HI di Kejagung ini, setelah kali kedua bersurat di Pemdes Tiudan tak kunjung ada balasan.

“Hasil klarifikasi kami ke Pemdes Desa Tiudan melaui bersurat belum pernah ada jawaban. Makanya kami bersurat ke Kejagung, sebab jelas sekali temuan kami sesuai salinan Apebedes Desa Tiudan Tahun Anggaran 2020, dengan Kode Rek 4.07.02 Pembangunan / Rehab Pasar Desa / Kios Milik Desa Rp 187.242.200. Juga dengan Kode Rek 3.02.03 Penyelenggaraan Festival Kesenian. Adat / Kebudayaan dan Keagamaan ( HUT RI. Raya Keagamaan dan lain lain ) Rp 21.940.000,” kata Sugeng Sutrisno, Ketua LSM LPKP2HI kepada cahayabaru.id.

Bersuratnya LPKP2HI di Kejagung, lanjut pria yang akrab dipanggil Sugeng Tato ini, dari hasil audit pendapatan belanja Desa Tiudan Tahun 2020 tidak singkron alias tidak adanya laporan penggunaannya.

“Disalinan Apebedes Desa Tiudan, dari hasil Audit Pendapatan / Belanja Desa Tiudan tahun 2020 tidak singkron, yakni Pendapatan : Rp 2.366.366.419 Belanja : Rp 2.154.829.131.
Terdapat sisa anggaran Rp 211.507.288.00 tidak dilaporkan penggunaanya,” tutur Sugeng Sutrisno kepada cahayabaru.id.

Tekait adanya aduan LSM LPKP2HI Tulungagung yang bersurat ke Kejaksaan Agung (Kajagung) RI, tentang salinan Apedes Desa Tiudanpada Anggaran Tahun 2020 yang diduga mengada-ngada, Kepala Desa (Kades) Tiudan Hj Muji Rahayu Kundari SP mengatakan, bahwa Pemdes Tiudan tidak pernah menganggarkan pembangunan pasar. Dan, menurutnya, yang ada untuk saat ini hanyalah pasar templek dan itupun sudah berjalan berpuluh-puluh tahun.

Untuk itu, dirinya menampik keras bahwa Pemdes Tiudan menganggarkan pembangunan pasar maupun HUT RI di Sidkemdes. “Pemdes Tiudan tidak pernah menganggarkan pembangunan pasar dan yang ada saat ini ya hanya pasar templek. Itupun sudah ada berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dan, kami juga tidak pernah menganggarkan kegiatan perayaan HUT RI di APBDes Anggaran Tahun 2020,” kata Hj Muji Rahayu Kundari SP kepada cahayabaru.id.

Sementara itu, Tukiman salah seorang warga desa setempat mengatakan, terkait pembangunan Pasar dan juga Perayaan HUT RI itu tidak pernah ada.

“Setahu saya tahun 2020 tidak ada Pembangunan pasar di Desa Tiudan. Pasar yang ada saat ini hanyalah pasar dadakan atau pasar krempyeng dan soal perayah HUT RI juga tidak pernah ada,” ucap Tukiman.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *