Soal Perekrutan Tenaga Sukwan, LSM Cakra Lakukan Klarifikasi di SMPN 1 Boyolangu

CB, TULUNGAGUNG – Terkait tenaga sukwan yang ‘direkrut’ SMPN 1 Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, menuai sorotan dari banyak kalangan. Pasalnya, desas-desus perekrutan tenaga sukwan di SMPN 1 Boyolangu itu adanya dugaan titipan dari pihak tiga.

Padahal, sesuai prosedur perekrutan sukwan atau sukarelawan, Kabid GTK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung juga pernah menyampaikan, bahwa soal aturan perekrutan sukwan harus melalui Dapodik terlebih dulu.

Dan, mengacu statement Kabid GTK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung dan pemberitaan cahayabaru.id belum lama ini, LSM Cakra yang memiliki Visi Mendukung Penegakan Hukum, Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Budaya pada Sabtu 13 November 2021, telah melakukan klarifikasi ke pihak SMPN 1 Boyolangu melalui bersurat.

Surat yang dikirim LSM dengan Nomor 119/ CAKRA / k.h/ XI/ 2021 itu mengklarifikasi soal sukarelawan yang direkrut oleh SMPN 1 Boyolangu pada hal keadaan dalam masa Pandemi dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan tidak tatap muka.

Selain itu, LSM Cakra yang dikomandoi Totok Yulianto ini juga mengklarifikasi, yakni disisi lain ada Nara sumber dalam pemberitaan (cahayabaru.id, red) yang mengatakan terdapat delapan sukarelawan yang direkrut SMPN 1 Boyolangu dan mengklarifikasi terdapat statement Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung yang menjelaskan tata cara perekrutan sukarelawan.

Sedangkan tembusan surat klarifikasi itu juga disampaikan ke Ketua Ombudsman RI, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung dan Kepala Badan Kepegawain Daerah Kabupaten Tulungagung.

“Karena ini sifatnya penting dan apalagi menyangkut nasib seseorang, maka kami pun melakukan klarifikasi pada pihak SMPN 1 Boyolangu melalui bersurat. Dengan kami bersurat itu, semoga saja pihak sekolah bisa segera memberi hak jawabnya,” kata Ketua LSM Cakra Totok Yulianto kepada cahayabaru.id, Sabtu (13/11).

Namun demikian, lanjut pria yang akrab dengan nama panggilanTotok Cakra ini, tenaga sukwan itu seharusnya dikeluarkan terlebih dulu. Karena, menurutnya, dengan dikeluarkannya tenaga sukwan tersebut, besar kemungkinan persoalan itu bisa gamblang semua alias mereka para sukwan itu siapa yang membawanya.

“Seperti yang pernah kami sampaikan kemarin, seharusnya pihak dinas segera mengeluarkan para sukarelawan itu. Saya yakin, dengan dikeluarkannya mereka, pasti mereka akan bicara,” jelasnya.(rul)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *