CB, Bojonegoro – Proyek pembangunan jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Babat akan berdampak pada lahan-lahan milik warga. Selanjutnya proses penentuan harga akan segera dilakukan.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengharapkan adanya jalan tol yang melintas di Bojonegoro bisa berkembang menjadi daerah lebih maju.
“Jangan sampai hanya di lintasi tol saja, orang yang melintas di tol juga harus masuk ke Bojonegoro.” ucap Imam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi menjelaskan, tahapan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek jalan tol dilakukan tiga tahap.
Tahap pertama adalah sosialisasi dan konsultasi publik, kedua pelaksanaan, ketiga evaluasi. “Saat ini masih tahap sosialisasi,” kata Hanafi, Selasa (01/03/2022).
Hanafi mengatakan, saat ini sudah banyak warga sekitar Solo Valley menanyakan lahan mana yang bakal terimbas, namun pihaknya belum bisa menjawab, “Setelah semua jelas, apprasal bisa di lakukan,” tuturnya.
Jalan tol itu akan memanjang mulai Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Babat. Jalan tol itu memiliki panjang 116,78 kilo meter, lebar 80 meter, jalan tersebut akan berkecepatan 80 km/jam.
Pembangunan jalan tol di mulai tahun depan, dan di laksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). (hms /aj)
