CB, TULUNGAGUNG – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, warga masyarakat dusun Bocor Desa Pakisaji, Kecamtan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, memiliki tradisi tersendiri.
Mereka, para warga, selalu melakukan gotong royong membersihkan masjid atau musholla, memperindah tempat tinggal, berdoa secara massal serta nyekar (ziarah kubur, red) keluarga atau leluhur secara massal.
Dan, kali ini, sesuai musyawarah dan mupakat antara tokoh agama dan warga setempat, yakni ritual nyekar kali ini dilakukan pada Rabu (30/03), tepaknya empat sore hari.
Asrori, salah satu tokoh agama mengatakan, bahwa rasa syukurnya karena dirinya bisa melakukan ziarah massal. Mengingat, sudah dua tahun ini (dampak pendemi Covid-19, red) dirinya tidak bisa mengikuti kegiatan yang sudah menjadi tradisi di tanah kelahirannya itu.
“Alhamdulilah, pada hari ini (kemarin sore, red) kita bisa mengadakan acara ziaroh massal lagi, setelah dua tahun kami tidak bisa melakukan ziaroh bareng warga. Ya semua ini disebabkan adanya pandemi Covid-19,” kata Asrori kepada Cahaya Baru.
Ditempat yang sama, Khairul Anam, juga merasa senang setelah dua tahun rutinitas tahunan warga ini sempat mandek. Hal ini tidak lain disebabkan Covid-19 yang belum juga reda. Untuk itu, iapun sangat berharap virus yang mendunia ini bisa segera hilang dari Indonesia.
“Dulu sebelum ada virus corona kigiatan ziarah massal ini selalu ada. Semoga saja corona segera hilang dan kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa tetap berjalan,” harapnya.(rul)
