Aliansi Peduli Perempuan dan Anak Hearing Dengan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro

CB, Bojonegoro – Koalisi Perempuan Indonesia (KPi), KORPRI PMII, IDFoS Indonesia, Penulis Perempuan Bojonegoro, GMNI Bojonegoro, Bojonegoro Institute, SBMI Bojonegoro. Tujuh organisasi tergabung dalam Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA), hearing dengan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro hari Rabu (11/05/2022).
Nafidatul Hikmah koordinator aliansi menyampaikan, meskipun ada lembaga pemerintah yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), tetapi permasalahan perempuan dan anak makin hari semakin meningkat di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (Migas) terbesar di Indonesia.
“Contohnya tingginya angka kematian ibu dan bayi, perceraian, dispensasi nikah, kekerasan seksual dan KDRT. Semua angkanya masih tinggi. Artinya kami menduga DP3AKB belum maksimal dalam penanganannya,” tuturnya.
Lanjut Nafidatul Himah, tujuan dirinya beserta anggota Aliansi yakni mendorong terciptanya Kita mendorong Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak. Menurutnya Berdasar data yang diperoleh dari P3A Kabupaten Bojonegoro terjadi peningkatan kasus pada perempuan dan anak pada tahun 2020-2021. Data tahun 2021 ada 61 kasus sedangkan tahun 2021 ada 70 kasus. Namun, menilik data yang tertangani oleh lembaga pemerintah tersebut, kami perkirakan masih banyak kasus yang tidak terendus atau dilaporkan.
“Kami mendorong Raperda PPPA bisa segera disahkan agar permasalahan mengenai perempuan dan anak bisa segera teratasi dan negara bisa hadir untuk itu,” kata Perwakilan Aliansi Peduli Perempuan dan Anak, Nafidatul Hikmah.
Sementara Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Muhlasin Affan, mengapresiasi kepada para aliansi perempuan yang telah hadir memberikan masukan maupun mengkritisi terhadap draft Raperda PPPA. Demi perbaikan pada daft tersebut.
“Harapan kami dalam dua bulan kedepan, bisa dibuat panitia khusus (pansus) terkait raperda ini. Dan kami juga berkomitmen agar raperda ini bisa disahkan di tahun ini,” kata Affan.
Ia juga mengatakan bahwa draft Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak tersebut belumlah final. Dirinya membuka diri untuk perbaikan dari Raperda yang ada. (aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *