PMK Meluas, Komisi II DPRD Banyuwangi Desak Dinas Melakukan Penyemprotan Disenfektan dan Pemberian Obat-Obatan

CB, Banyuwangi-Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak semakin bertambah dan cakupannya semakin meluas. Dari sembilan kecamatan yang dinyatakan positif PMK, kini bertambah lima kecamatan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi, Hj.Mafrochatin Ni’mah mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah untuk mengatasi penyebaran PMK dengan melakukan gerakan penyemprotan disenfektan kandang ternak milik warga atau peternak.

“Untuk segera mendistribusikan vitamin ataupun obat-obatan untuk hewan ternak, agar PMK tidak meluas ,” ucap Hj.Ni’mah panggilan akrab Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi.

Pendampingan dan sosialisasi kepada para peternak sapi tentang gejala sapi terserang PMK juga perlu dilakukan secara masif sehingga peternak paham dan bisa melakukan deteksi dini.

Berdasarkan informasi yang diterima, ada 76 ekor sapi yang terkonfirmasi PMK. Wabah PMK tersebut kini menyebar di 14 kecamatan. Tambahan lima kecamatan adalah Pesanggaran, Muncar, Cluring, Glenmore, dan Genteng.

Dari lima kecamatan tersebut, paling banyak penyebaran PMK di Kecamatan Cluring. setidaknya ada 15 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK. Sedangkan di Kecamatan Glenmore sebanyak 11 ekor sapi.

Sementara itu secara terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterin, Dinas Pertanian Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan demikian hingga saat ini belum ada laporan peternakan akibat akibat penyakit tersebut.

“Alhamdulillah belum ada laporan kematian, ada laporan tingkat kesembuhan karena kita menggunakan obat-obatan dan upaya yang kita maksimalkan,” kata Nanang.

Dinas hingga saat ini terus bergerak melakukan pencegahan agar penyakit itu tidak menyebar lebih luas.

Sejak kabar PMK ini santer tersiar, dinas bekerja sama dengan aparat kepolisian menerapkan kebijakan pelarangan jual beli ternak antar wilayah.

“Dikarenakan kasus yang semakin meningkat di pasar hewan yang ada di desa seperti di Glagah atau Wongsorejo minggu depan rencananya akan ditutup sementara,” ujarnya.

Pemi ternak diimbau tak perlu panik. Sebab, hewan ternak yang terpapar PMK masih bisa disembuhkan, tergantung dari tingkat imunitas hewan itu sendiri.

Paling lama tingkat kesembuhannya 14 hari hingga 21 hari. ”Yang terpenting menjaga kebersihan. Kesehatan hewan harus dijaga dan diawasi,” pesannya.

Nanang menambahkan, kemungkinan vaksin massal untuk hewan ternak masih ada. Namun, meminta kepada para peternak untuk bersabar karena jatah vaksin untuk Banyuwangi baru tersedia pada bulan Agustus atau September.

”Kita harap masyarakat, terutama para peternak. Jangan sampai panik hingga menjual ternaknya dengan harga murah,” pintanya.(imm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *