DPRD Bojonegoro Mensuport Program Masyarakat Maupun OPD atau Dinas

CB, Bojonegoro – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen mengubah mindset terhadap perpustakaan, di mana yang selama ini stigma masyarakat membaca hanya bisa dilakukan di perpustakaan.

Selama ini perpustakaan hanya dianggap sebagai Gudang buku. Pihaknya ingin merubah mindset masyarakat tentang hal tersebut dan ingin menjadikan perpustakaan bermanfaat untuk masyarakat dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dinas perpustakaan saat ini juga sudah memiliki Pocadi (Pojok Baca Digital) yang sudah mendapatkan lisensi dari perpusnas yang ada di MPP milik Pemkab yang ada di JL.Veteran Bojonegoro. Di Pocadi ini seluruh koleksi buku yang ada di perpusnas bisa diakses.

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan saat menghadiri penyerahan hadiah lomba content creator video tiktok dengan tema “Gemar Membaca”dan Kickoff road to Bojonegoro Digital Forum yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro di Halaman Perpusda Bojonegoro.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kampanye gemar membaca. Yakni dengan mengadakan lomba konten tiktok ini dilaksanakan dalam rangka memepringati Hari Buku Sedunia 23 April,” kata Umar, Rabu (8/6/2022).

Lanjut Umar, kami berharap untuk meningkatkan fasilitas di Perpustakaan Desa. Sebab di era digital, banyak sekali masyarakat khususnya anak-anak muda yang kurang terarah, dalam menggunakan Digital.

“Kita Dari DPRD siap mensuport terkait program-program maupun kegiatan yang digagas masyarakat maupun OPD atau Dinas, dalam rangka untuk masyarakat cerdas diera Digirtal ini, juga merupakan tugas kita bersama dalam rangka menangkap era digitalisasi. Lomba yang dilakukan hari ini merupakan hal positif sebagai hiburan yang disajikan sesuai dan terarah,” tutur Abdullah Umar.

Menurut Umar, buku adalah jendela dunia. Maka Gerakan gemar membaca sangat penting dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tahun 2021 bekerjasama dengan UIN Yogyakarta, bahwa indeks kegemaran membaca masyarakat Bojonegoro di angka 60,74%.

“Ini menunjukkan bahwa kegemaran masyarakat Bojonegoro masih dibilang sedang. Karena kondisi ini, gerakan gemar membaca harus terus digalakkan agar kualitas literasi dan SDM masyarakat meningkat,” pungkasnya. (aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *