CB Blitar – Bentuk kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan antar sesama untuk saling berbagi dihari Jumat berkah, merupakan inspirasi bagi siapa saja yang tergugah hatinya untuk sedikit membantu meringankan beban bagi orang yang kurang mampu. Meskipun itu hanya sekedar bahan mentah berupa lauk pauk tempe, tahu, telur, ikan dan sayur – sayuran untuk kebutuhan rumah tangga.
Hal ini seperti yang telah digagas dan dilakukan sampai sekarang oleh Tutik Kisminarti dan Sumiarsih, warga Jalan Nias Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Menurut Tutik, ide ini muncul disaat adanya masa pandemi, yang berdampak pada banyaknya pengangguran. Disamping ekonomi di waktu itu juga begitu terpuruk, Jumat, (17/6/2022)
“Setelah itu saya buka di youtube, ternyata di daerah Yogyakarta itu ada. Untuk modal ya dari diri kita sendiri. Kalau ga mampu ya kita usahakan,” ucapnya penuh semangat.
Dulu, kata Tutik, untuk saling berbagi kepada sesama, masih sedikit sekali dan dibagikan setiap hari. Namun diperjalanan waktu akhirnya dibagikan menjadi hanya khusus setiap hari Jumat hingga kini.
“Selama 2 hari berjalan akhirnya tempat ini viral dan menjadi banyak yang tahu, sehingga dari mana –
mana ikut membantu menyumbangkan, walau ga begitu banyak hanya ala kadarnya saja. Tapi sebelumnya tetangga kita dulu yang saya ajak untuk ikut bersedekah. Kita woro ,- woro lewat grup whattshap, bagi yang punya rejeki lebih monggo saling berbagi sedekah,” ujar Tutik mantan guru TK ini.
“Setelah itu, mulai dari pak Walikota Blitar yang pada waktu itu masih Plt, pak Camat, pak Lurah dan pak Dandim datang untuk melihat langsung dan akhirnya berkenan ikut membantu. Semakin kedepan, Jumat berkah ini semakin berkembang berlanjut hingga sudah 2 tahun lamanya. Setiap Jumat kita taruh di papsn gantungan itu minim 150 sampai 200 kemasan. Untuk 1 kemasan itu senilai 10 ribu sampai 15 ribu. Jadi 1 kemasan itu sudah ada sayur ditambah lauknya,” tuturnya lebih lanjut.
Untuk itu, ia berharap dengan adanya berbagi ini, semoga bermanfaat bagi orang lain dan mengurangi sedikit beban masyarakat. Siapapun boleh mengambil dan membantu menyalurkan untuk berbagi.
Sementara itu, Nikmatul Kasanah (46th) salah satu warga Desa Tingal Garum yang ikut antrean untuk mendapatkan Jumat berkah mengatakan bahwa dirinya sangat merasa terbantu dengan adanya saling berbagi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada yang telah bersedia mengulurkan bantuan kepada sesama, sehingga meringankan bagi yang membutuhkan. Semoga Jumat berkah berbagi ini semakin terus berkembang,” pungkasnya. (Pram)
