Gelompang Pertama PPDB 2022 Telah Usai, Kadispendikpora: Dimanapun Itu, Agar Pendidikan di Tulungagung Sesuai Dengan Harapan Semua Pihak

CB, TULUNGAGUNG-Seperti tahun lalu, pendaftaran PPDB sekolah menengah pertama (SMP) Tulungagung 2022, menggunakan empat jalur. Dan, keempat dari jalur pendaftaran tersebut, yakni melalui jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua atau wali serta jalur prestasi. Sehingga para siswa baru bisa mengikuti sesuai dengan ketentuan atau persyaratan yang dirasa lebih cocok.

Namun demikian, perlu dipahami bahwa setiap jalur memiliki ketentuan dan persyaratan masing-masing yang sudah disesuaikan dengan peraturan yang ada. Untuk itu, penting bagi siswa baru atau orang tua bisa memahami dan memperhatikan sebaik mungkin mengenai setiap ketentuan yang diterapkan tersebut. Tentu, semua ini, agar siswa baru yang mendaftar sekolah yang dituju bisa lulus dari seleksi administratif dan memiliki kesempatan untuk diterima pada sekolah yang diinginkannya.

Sedangkan pendaftaran siswa baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) gelombang pertama telah usai, dan jadwal yang ada pada Senin (20/6), adalah pengumuman penerimaan gelombang pertama. Akan tetapi, sejumlah SMPN di wilayah Kabupaten Tulungagung belum memenuhi pagu, khususnya sekolah yang berada pinggiran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispendikpora) Kabupaten Tulungagung, Rahardi PB SE, MS mengatakan, akan ada pendaftaran gelombang kedua, yakni yang bakal dibuka pada 24 Juni alias empat hari lagi. Dengan begitu, bagi sekolah yang pagunya belum terpenuhi diharapkan bisa terpenuhi pada gelombang kedua tersebut.

“Jumlah lulusan siswa SD/MI di Tulungagung tahun ini mencapai 12.000 siswa. Meski demikian, banyak SMP Negeri yang belum memenuhi pagu. Jadi kami akan berupaya agar pada PPDB gelombang kedua nanti pagunya bisa tercapai,” kata Kadispendikpora Tulungagung saat dikonfirmasi para awak media di kantornya, Senin (20/06).

Saat ini, lanjut pria yang pernah menjabat Camat Ngunut ini, ada 48 SMP Negeri di Kabupaten Tulungagung, yakni dari 90 lembaga yang ada. Namun, nagi dinas pendidikan yang paling utama semua lulusan SD/MI bisa bersekolah.

“Yang terpenting, semua lulusan SD/MI di Tulungagung bisa melanjutkan sekolahnya. Dimanapun itu, agar pendidikan di Tulungagung sesuai dengan harapan semua pihak,” paparnya.

Kendala PPDB pada gelombang pertama, imbuhnya, beberapa orang tua siswa mengeluhkan adanya ketidaksamaan antara lokasi rumah dengan data pada sistem PPDB.

“Karena sistem zonasi, terlebih online sehingga banyak yang mendaftar agak terkendala. Namun demikian, semua masih bisa diatasi dan untuk orang tua siswa atau siswa sendiri, dalam memilih sekolah baik itu swasta ataupun negeri itu merupakan pilihan pribadi,” jelasnya.

Masih kata Rahardi PB, terkait merger sekolah, ketika pagu tidak terpenuhi, pihaknya bakal melakukan evaluasi segala kemungkinan yang ada. “Nanti kita akan melakukan evaluasi segala kemungkinan yang ada,” katanya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *