Camilan Krupuk Bawang Desa Ngemplak Baureno Yang Kriuk

CB, Bojonegoro – Meski harga minyak goreng melangit, namun tak menyurutkan semangat pak Basir, seorang perajin krupuk bawang asal Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro dalam usahanya.

Usaha krupuk bawang buatan pak Basir 50 tahun ini sudah ditekuni sejak 2 tahun lalu, dan beruntung dia juga memperoleh minyak goreng harga subsidi sebanyak 2 kg per hari.

Dengan tekun setiap hari, mulai pagi sudah memproses adonan bahan krupuk bawang, mengiris lalu menjemur.

Sembari menggunakan pisau, mengiris tipis bahan mentah krupuk yang sudah diolahnya pak Basir bercerita setiap harinya memproduksi krupuk bawang sebanyak 6 kg adonan berbahan tepung dan bawang.

“Per hari hanya mampu membuat krupuk sebanyak 6 kg, dan keuntungannya ya lumayan sampai Rp100 ribu  hingga Rp120 ribu per hari,” tuturnya, Rabu (22/06/2022).

Proses mengolah bahan krupuk ia hanya menggunakan peralatan manual, dari mulai membuat adonan mengiris tipis tipis hingga mengeringkan cuma dijemur ditengah terik matahari.

“Kelemahannya krupuk kalau proses manual begini ya kalau cuacanya mendung dan hujan, kalau cuaca pas cerah, jemuran krupuk akan cepat kering dan siap digoreng,” ujar pak Basir.

Usaha krupuk bawang yang ditekuni pak Basir memang tergolong usaha rumahan kecil dan tradisional. Bahkan pemasaraannya pun dilakukan sendiri di beberapa warung di sekitar Desanya dan jika ada pesanan.

Sedangkan harga krupuk bawang buatan pak Basir ini relatif murah, Rp1000 per bungkus. “Kalau harga krupuk yang pesanan itu seharga Rp1500 hingga Rp2500 per bungkus. Harganya berbeda karene menyesuaikan ukuran,” katanya.

Pak Basir memang pantang menyerah dengan kondisi produksinya yang masih minim. Namun ia sangat berharap produksinya bisa meningkat.

Menurut pak Basir yang juga ketua RT 21 di Desa Ngemplak, kendala yang dihadapi saat ini meski harga minyak goreng melangit,  pemasarannya juga perlu dikembangkan.

Selain itu Basir juga berharap adanya bantuan peralatan produksi krupuk dari pihak terkait di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga selain mampu mengembangkan pemasaran juga mampu meningkatkan jumlah produksi dan pasar.

“Di samping itu tentunya dapat menciptakan peluang pekerjaan bagi warga di sekitar sini,” imbuhnya. (aj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *