Dua Dusun Sering Alami Krisis Air Bersih, Kades Tenggarrejo Bangun Sumur Bor

CB, TULUNGAGUNG – Krisis air bersih tentunya memberi pengaruh yang cukup besar bagi setiap makhluk hidup yang tinggal di bumi. Hal tersebut dapat terjadi karena air adalah salah satu unsur terpenting yang menunjang kehidupan bagi seluruh makhluk.

Namun, persoalan krisis air bersih tentunya tidak hanya terjadi di satu daerah tertentu, akan tetapi juga pada beberapa daerah yang ada di Indonesia.
Tentu pula permasalahan kelangkaan air ini berakar dari perolehan sumber air bersih yang memburuk dan juga ketersediaan sumber air yang menipis.
Dan, faktor-faktor yang menjadi penyebab krisis air bersih dapat berupa perubahan iklim, populasi yang meningkat, dan beberapa akar masalah lainnya. Tidak hanya di Indonesia, di beberapa belahan dunia lain pun mendapatkan dampak yang sama dari fenomena ini. Dan, krisis air bersih inipun sering kali dialami para warga Desa Tenggarrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.
Untuk itu, upaya menanggulangi krisis air bersih di desa yang dikelilingi hutan dan pegunungan itu, Kepala Desa (Kades) Tenggarrejo, Mudjito, membangun sebuah sumur bor, yakni yang berlokasi di dusun Bakalan. Hal tersebut dilakukan kades, mengingat banyaknya warga yang keluhkan sulitnya untuk bisa mendapatkan air bersih.
Menurut Mudjito,, warganya yang berada di dusun Bakalan dan dusun Turi itu, selama ini sering mengeluh tidak adanya sumber mata air bersih. Tak tahan terhadap keluhan warganya itu, pada 2021 lalu, Mudjito pun mempunyai insiatif membangun sumur bor. Tak pelak, pada tahun ini (2022, red) inisiatif itu pun bisa terwujud dan biaya pembangunan sumur bor itu diambilkan dari dana desa berkisar Rp. 200.000.000, termasuk untuk pembelian mesin pompa air serta pipa untuk di salurkan ke rumah-rumah warga di dua dusun tersebut.
“Benar mas, selama ini warga dusun Bakalan dan dusun Turi ini seringkali mengalami kesulitan air bersih, apa lagi ketika musim kemarau. Makanya kami selaku Pemerintah Desa Tenggarrejo mempunyai insiatif membangunkan sumur bor, dengan harapan kelak.warga kami tidak lagi mengalami kesulitan air bersih,” kata Mudjito saat ditemui di lokasi pengeboran kepada Cahaya Baru, Rabu (23/06).
 Selain itu, lanjut Mudjito, Pokmas Tenggarrejo juga mengajukan proposal pembangunan jalan aspal milik PUPR Pemkab Tulungagung di dusun Bakalan kisaran sepanjang 1000 meter. Iapun berharap, pada tahun 2022 ini bisa segera terealisasi.
“Jadi, tahun lalu Pokmas Tenggarrejo telah mengajukan proposal pembangunan jalan aspal di dusun Bakalan sepanjang 1000 meter. Ya mudah-mudahan tahun 2022 ini bisa terealisasi,” harapnya.
Sementara itu, Joko (42), selaku warga merasa senang mendapat perhatian, yakni dengan adanya pembuatan sumur bor itu. Sehingga, bila sumur bor sudah berfungsi, tentu pula warga pun tidak lagi kebingungan terhadap krisis air bersih yang terbiasa dialaminya itu.
 “Kami sangat senang dengan adanya pembutan sumur bor di dusun kami dan apalagi kalau sumur bor itu sudah bisa bergungsi. Artinya kami tidak akan kebingungan lagi untuk mendapatkan air bersih,” kata Joko kepada Cahaya Baru.
Hal senada juga disampaikan Herudianto (37), dengan dibangunnya sumur bor itu diharap bisa cepat selesai dan segera mungkin bisa tersalurkan ke dua dusun tersebut. Mengingat, menurut Herudianto, bertahun tahun lamanya ketika musim kemarau datang, yakni di dua dusun tersebut harus membeli air bersih dengan harga yang cukup mahal.
“Alhamdulilah dan semoga saja pengeboran sumur bor ini.segera cepat selesai, sehingga bisa disalurkan ke rumah rumah warga. Sebab sudah bertahun tahun ketika musim kemarau datang kami harus membeli air bersih untuk kebutah sehari hari. Dan, setiap satu mobil tangki kami pun harus membayar Rp. 200.000. dan minimal setiap rumah membutuhkan 16 tangki air bersih dalam setahun,” jelas Herudianto dengan nada lirih.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *