CB Blitar – “Agrowisata Petik Sendiri Kampoeng Melon the Pradah” di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, menyuguhkan sensasi khusus buah melon dengan kualitas unggul dengan hidroponik. Pengunjung bisa menikmati memilih dan memetik sendiri buah melon yang diinginkan secara langsung dan rasa buahnya sangat segar dan manis karena menggunakan bibit unggul dibarengi dengan pembuahan sistem green house. Untuk masuk di area kebun melon ini tiketnya gratis alias free. Gimana, asyik kan??
Kampung melon ini tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Blitar, pengunjung bisa menempuh jarak perjalanan 20-25 menit atau 5 Km untuk bisa sampai disana, tepatnya di samping kantor kelurahan Kalipang ada jalan menuju arah lingkungan Bulu dengan akses jalan yang mudah.
Pengelola sekaligus pemilik kampung melon, Gilang Aditya Mahendra (27th) menjelaskan, ide ini muncul berawal, dulu untuk menanam melon harus berada dihamparan lahan sehingga banyak kendala seperti hama maupun serangga. Apalagi bila musim hujan sudah tidak bisa tanam.
“Jadi dengan sistem ini tidak mengenal musim dan kita bisa tiap 2 bulan sekali panen. Untuk proses pembuahan di kebun modern atau green house tidak bisa dilakukan secara alami karena harus berada dalam lingkungan yang mudah terkontrol,” ucapnya disela sela menerima kunjungan tamu dari Kalimantan Timur untuk belajar.
“Dengan begitu, kita bisa meminimalisir hama yang masuk. Namun hingga kini alhamdulilkah tidak ada masalah dan aman,” lanjut Gilang.
Ia menambahkan, untuk panen sudah dilakukan 4 kali panen dalam 1 tahun. Untuk menarik pengunjung, promo dilewatkan sosial media dan dari mulut ke mulut. Untuk lahan, sementara luasnya 30 x 30 meter, dengan melon sebanyak 2000 buah.
“Untuk perkilo kita harga Rp.22 ribu dan untuk jenis melon camoy, yaitu modelnya yang lonjong kuning kayak mentimun, harganya perkilo Rp.35 ribu. Kulitnya lebih tipis dan berbeda rasanya. Jadi tiap buah melon membawa karakter sendiri – sendiri. Konsep kedepan, akan kita perluas lagi agar pengunjung bisa sewaktu – waktu datang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Kalipang, Dhoan Syah mengatakan, dirinya telah mendukung dan mendorong warganya untuk terus kreatif membangun kemajuan desa. Sehingga kampung melon dengan konsep petik sendiri bisa menarik pengunjung baik lokal maupun luar daerah.
“Untuk itu, harapan saya dengan adanya “Agrowisata Kampoeng Melon Petik Sendiri” ini bisa memotivasi dan meningkatkan perekonomian warga disekitar. Disamping sebagai edukasi dan percontohan bagi daerah – daerah lainnya yang ingin belajar,” ungkap Dhoan Syah. (Pram)
