Lagi, Dinkes Tulungagung dan BIN Gelar Vaksinasi, Didik Eka: Kedepannya Pelaksanaan Kegiatan Digelar di Tempat-tempat Umum

CB, TULUNGAGUNG – Upaya memberikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat yang belum Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Tulungagung dan Badan Intejen Negara (BIN) kembali menggelar vaksinasi massal.

Untuk kali ini, Dinkes dan BIN menggelar vaksinasi Covid-19 di Pemerintah Desa (Pemdes) Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Selasa (29/6).

Gelaran vaksinasi massal ini akan terus berlanjut disejumlah desa yang ada di Tulungagung. Sedangkan vaksinasi yang digelar BIN dan Dinkes Tulungagung ini, yakni jumlah warga masyarakat Desa Plosokandang yang hadir kisaran 100 orang lebih.

“Jadi sebelum divaksin, warga mendaftar dulu dan sekitar seratus lebih mereka datang semua,” kata Kades Plosokandang Agus Jendral kepada Cahaya Baru, Selasa (29/06).

Menurut Agus Jendral, terkait vaksinasi warganya, yakni khususnya dosis satu dan dua sudah mencapai 85 persen. “Untuk dosis satu dan dua, di desa kami sudah capai 85 persen dan semoga dosis tiga ini bisa segera mencapai target,” paparnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) P2P) Didik Eka saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini muncul varian baru dari C-19 omicron, yaitu varian BA.4 dan BA. 5. Iapun berharap, dengan adanya varian baru ini masyarakat tetap waspada serta selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes)

“Betul, mulai awal April sempat tinggi dan turun sampai 30 Mei, akan tetapi meningkat lagi hingga sekarang,” kata Didik kepada Cahaya Baru di Balai Desa Tunggilsari, Selasa (29/06).

Kenaikan ini, lanjut npria berkacamata ini, sejalan dengan kenaikan di tingkat nasional dan wilayah lain. Dan, faktor lainnya tingkat vaksinasi booster di Tulungagung baru tercapai 17,91 persen, dari total sasaran kisaran 867 ribu orang.

“Yang terpenting tetap waspada pada varian BA 4 dan BA 5 omicron,” ujar Didik. Varian ini, imbuhnya, mempunyai gejala mirip omicron yang biasa, yang disertai kesemutan pada kaki. “Untuk itu, mari kita sukseskan vaksinasi untuk perlindungan semaksimal mungkin,” paparnya.

Namun demikian, imbuhnya, pihaknya harapkan program vaksinasi ini perlu digalakkan kembali. “Program vaksinasi ini perlu kita optimalkan lagi, sehingga harapan pemerintah dosis dua menimal 70 persen pada lansiaini bisa tercapai,” harapnya

Sedangkan dari data harian C-19 per 21 Juni 2022 ada 15 kasus aktif. Dan, dari jumlah total kasus positif sebanyak 10.417 orang dengan sembuh 10.116 orang, meninggal 286 orang, dirawat 14 orang serta isolasi mandiri 1 orang.

Untuk itu, tambah Didik Eka, masyarakat Tulungagung ada regulasi yang terbaru bahwa kedepannya untuk pelaksanaan kegiatan bakal di tempat-tempat umum, seperti Stasiun, Terminal bandara dan tempat-tempat umum lainnya.

“Ada perubahan definisi, kalau dulu hanya dosis 1 dosis 2 itu sebagai vaksinasi lengkap, sekarang ini vaksinasi lengkap itu adalah dosis 1, dosis 2, dan dosis 3,” ujarnya.

Masih menurut Didik Eka, bagi masyarakat Tulungagung yang belum mendapatkan dosis 3 vaksin, yakni vaksin dari manapun termasuk dari luar negeri agar segera
ke pos-pos vaksinasi di faskes yang ada di Kabupaten Tulungagung

“Untuk mendapatkan Booster,.yaitu vaksin dosis 3 harapannya yang pertama akan meningkatkan imunitas, meningkatkan sistem kekebalan panjenengan terhadap covid-19 yang kita ketahui bersama saat ini sub varian omicron yang penularannya lebih cepat dari pada omicron,” jelas Didik.

Yang kedua, tambah Didik Eka, diberikan kebebasan untuk tes swab antigen dan PCR untuk masuk di tempat-tempat umum serta yang ketiga, bahwa masyarakat akan terlindungi dan otomatis melindungi keluarganya, khususnya lansia tidak terpapar dari yang belum Booster vaksin 3. “Mari kita sukseskan vaksinasi Booster dosis tiga agar kita tetap terlindungi,” ujar Didik Eka.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *