CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, telah menyelenggarakan bursa kerja atau job fair selama tiga haridi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans) setempat. Dalam acara tersebut, Disnakertrans
menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai daerah guna memfasilitasi
pencari kerja, khususnya dari Tulungagung.
Sedangkan pembukaan Job Fair, yakni Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM diungkapkan, bahwa perkembangan teknologi dan industri yang terjadi pada akhir akhir ini sangat mempengaruhi terhadap karakter pekerjaan, apalagi di era Revolusi Industri 4,0 dan dampak Pandemi Covid 19 di prediksi akan menghilangkan berbagai pekerjaan yang digantikan oleh peran teknologi dan informasi.
Menurut bupati, hal tersebut tentu bakal melahirkan jenis pekerjaan baru dikarenakan peran teknologi dan informasi, ” Jadi kalau siap menguasai teknologi dan informasi tidak akan kesulitan untuk mencari lapangan kerja,” jelas bupati.
Sedangkan peran pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, imbuh mantan Sekda Tulungagung ini, akan terus meningkatkan kapasitas SDM pencari kerja agar mampu menguasai teknologi dan informasi lewat pelatihan pelatihan ketrampilan sehingga nantinya memiliki daya saing tinggi. Disisi lain, Disnakertrans dalam menciptakan lapangan kerja melaksanakan pelatihan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), supaya BUMDes mempunyai usaha sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang masih rintisan.
Dengan begitu, ada 26 BUMDes telah diberikan bantuan peralatan sebagai sarana kerja. Sedangkan pelatihan seperti dibidang babershop dan barista coffe, diharapkan semua BUMDes dapat terfasilitasi. Dan, kebijakan pemerintah adalah mempertemukan antara pencari kerja dengan para perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja seperti kegiatan yang berlangsung hari ini.
Bupati Maryoto juga mengatakan, salah satu upaya konkrit untuk memperpendek informasi tentang keberadaan pencari kerja dan pengguna tenaga kerja dengan cara Job fair, merupakam bentuk upaya tangung jawab bersama antara pemerintah dan stakeholder dalam menyelesaikan permasalahan pengangguran di Kabupaten Tulungagung.
”Diadakannya job fair ini akan menjadi solusi mengurangi angka pengangguran dan pada saatnya pula dapat mengurangi angka kemiskinan,” paparnya.
Masih kata bupati, berdasarkan data Job fair diikuti oleh 50 perusahaan dari berbagai daerah dan ditargetkan dihadiri kurang lebih 1500 lowongan kerja dari 50 perusahaan. “Yang belum beruntung jangan berputus asa dan tetap ikuti terus pelatihan pelatihan di Disnakertrans Kabupaten Tulungagung,” katanya .(rul)
