2024, BPN Tulungagung Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat dan Masuk Kategori PTSL

CB, TULUNGAGUNG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tulungagung, menargetkan pada tahun 2024 seluruh bidang tanah di wilayah Kabupaten Tulungagung telah memiliki sertifikat dan masuk dalam kategori Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal tersebut disampaikan Kepala BPN Tulungagung, Ferri Saragih.

Ferri mengatakan, sesuai dengan data yang dimilikinya saat ini terdapat lebih kurang 580 ribu bidang di Kabupaten Tulungagung, dari angka tersebut lebih dari 209 ribu sudah terdaftar dan tersertifikat, sedangkan sisanya sekitar 340 ribu bidang masih belum tersertifikasi. “Sisanya sebanyak itu, kami coba maksimalkan di 2 tahun ini,” ujarnya.

Pihaknya mengakui, memastikan tersertifikasinya 340 ribu bidang dalam waktu dua tahun adalah pekerjaan yang hampir mustahil namun dirinya tetap akan berusaha untuk mencoba melakukannya.
Langkah yang diambil adalah dengan memastikan kinerja petugas di kantornya untuk bekerja sesuai dengan standar operasi yang ditetapkan, kemudian mengajak masyarakat untuk secara suka rela mengajukan pendaftaran secara mandiri ke kantor BPN.

“Kalau tidak kita coba, dari mana kita bisa tau kemampuan kita, walaupun memang itu bukan target yang mudah untuk dicapai,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya mendapatkan dukungan dari Pemkab Tulungagung, TNI dan Polri yang memiliki perangkat sampai ke tingkat desa.

“Karena mereka ini yang memiliki perangkat sampai ke desa, kita berharap dukungan Pemkab , TNI dan Polri untuk memastikan target kita bisa terpenuhi,” paparnya.

Ferri mengakui, telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Tulungagung untuk memberikan dukungan pembanguan ruangan atau gedung penyimpanan warkah, sebab saat ini saja gudang penyimpanan yang ada sudah penuh. Dan, pihaknya juga berharap tahun ini ada penambahan jumlah cakupan target jumlah bidang tanah yang bisa disertifikatkan dengan memaksimalkan anggaran APBD dari Pemkab Tulungagung.

“Sudah saya sampaikan kepada pak Bupati, kita saat ini saja sudah kehabisan ruangan untuk menyimpan warkah, kalau nanti data semakin banyak sementara tidak ada penambahan ruangan atau gedung baru, mau ditaruh dimana dokumen kita,” jelas Ferri.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *