Surabaya,Cahaya Baru – Sejumlah warung semi permanen yang berdiri di sepanjang Jalan Bypass Kota Mojokerto terpaksa dibongkar. Pembersihan untuk proyek pelebaran bahu jalan nasional itu juga menyasar pohon-pohon berukuran besar.
Tampak alat berat tengah melakukan pekerjaan penggalian tanah di dekat area persawahan, Kelurahan Gunung Gedagang dan sekitarnya.
Proyek pelebaran jalan milik BBPJN Jawa Timur-Bali ini sudah berlangsung . Sejumlah pohon peneduh yang terdampak proyek pun ditebangi.
Begitu juga dengan beberapa warung yang berdiri di sepanjang bahu jalan di sisi timur dan kanan jalan juga dibongkar. Karena imbas dari pelebaran jalan .
Proyek pelebaran jalan nantinya menyasar kedua sisi jalan. Diperkirakan terdapat sekitar 15 warung yang akan terdampak. Namun, saat ini belum semua warung dibongkar.Pembongkaran dilakukan ketika pengerjaan proyek sudah mendekati lokasi bangunan.
Kegiatan proyek pelebaran bahu jalan itu juga telah diberitahukan ke pemilik warung dan pihak kelurahan melalui surat resmi.Pelebaran bahu Jalan Bypass akan dilakukan mulai simpang empat Sekarputih KM 47+100 sampai kawasan Terminal Kertajaya KM 50+650. Bahu jalan dibersihkan dari bangunan maupun pohon hingga batas patok tanah milik jalan atau RMJ.
Proyek jalan ini juga telah dikoordinasikan dengan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Mojokerto yang di antaranya meliputi kepolisian dan dishub. KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Sukaren membenarkan saat ini tengah berlangsung proyek di Jalan Bypass. Menurutnya dia, proyek itu berupa pembetonan rigid jalan mulai dari Sekarputih sampai Terminal Kertajaya. ”Jalannya ditingkatkan, mungkin juga sekalian digarap rumija (ruang milik jalan), sehingga ditebang dan dibongkar,” jelasnya. (Er)
