IDIK RSUD dr Iskak Miliki 5 Dokter Spesialis Jantung Handal dan 12 Tenaga Perawat Profesional

CB, TULUNGAGUNG – Belum lama ini, Instalas Diagnosis dan Intervensi Kardiovaskuler (IDIK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung, telah diresmikan. Dan, usai diresmikan (13 Juni 2022, red), IDIK telah memiliki lima dokter spesialis jantung dengan keahlian mumpuni dan sarat pengalaman. Selain memiliki lima dokter spesialis, pelayanan jantung di IDIK juga didukung 12 tenaga perawat profesional. Hal itu yang disampaikan Kepala IDIK RSUD dr Iskak dr Adriyawan Widya Nugraha Sp. JP.

“Para dokter ahli ini dibantu peramedis yang terlatih dan berpengalaman ini membuat layanan jantung di RSUD dr Iskak, khususnya di IDIK, jauh lebih siap,” kata dr Adriyawan Widya Nugraha.

Gedung IDIK yang baru dibangun itu, lanjut dr Adriyawan, memiliki beragam fasilitas layanan kesehatan, di antaranya layanan kardiografi, pemasangan ring jantung, intervensi koroner, tindakan diagnostik kongenital atau cacat bawaan.

Selain itu, imbuhnya, tindakan pacemaker atau alat pacu jantung juga dapat dilakukan di ruang IDIK baru ini. Keberadaan fasilitas cathlab atau fasilitas untuk katerisasi jantung membuat layanan seputar permasalahan jantung kian efektif dan efisien. Rasio angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit jantung pun dengan demikian akan semakin bisa ditekan.

“Semua bisa dilakukan oleh dokter spesialis kita, mulai dari yang bersifat temporary (sementara) hingga permanen. Banyak tindakan lain juga yang telah dilakukan,” ujar Adriyawan.

Dan, gedung IDIK baru ini berlokasi di belakang gedung instalasi gawat darurat (IGD). Lokasi dua instalasi layanan ini strategis dan menguntungkan. Sebab, pasien kegawatdaruratan medis dari IGD yang mengalami masalah gangguan jantung bisa cepat dibawa ke IDIK untuk dilakukan tindakan medis terukur oleh dokter ahli yang membidangi. “Jadi apabila dibutuhkan untuk kegawatdaruratan kita bisa lebih cepat membantu,” paparnya.

Masih kata Adriyawan, gedung IDIK yang fokus pada tindakan intervensi penyakit jantung ini didukung sarana prasarana (sarpras) penunjang yang cukup lengkap, yakni mulai ruang transit pasien, ruang pra tindakan, hingga ruang paska tindakan. “Ada juga ruang isolasi untuk pasien Covid-19 maupun penyakit menular lain yang perlu tindakan intervensi penyakit jantung,” katanya.

Gedung IDIK baru ino memiliki struktur dua lantai, dan untuk lantai yang pertama difungsikan untuk layanan medis. Sedangkan lantai dua, khusus untuk urusan administratif dan perkantoran. Pemisahan ini membuat aktivitas nonmedis di ruang administrasi tidak sampai mengganggu layanan medis.

Adriyawan menambahkan, berbagai ragam keunggulan ruang IDIK diharapkan dapat dimanfaatkan untuk bidang layanan lainnya, seperti saraf maupun cabang ilmu lain. “Dengan demikian pasien-pasien lebih banyak ditangani di sini tanpa harus jauh-jauh ke luar kota,” ujarnya(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *