Air Tak Bisa Mengalir, Pembangunan Talud di Desa Punjul Didemo Belasan Petani Desa Sukodono

CB, TULUNGAGUNG – Pembangunan peningkatan jaringan iragasi (Talud, red) di Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, diresahkan warga Desa Sukodono. Pasalnya, pembangunan talud sepanjang 1.142 meter ini diduga telah membendung aliran sungai yang mengakibatkan area persawahan mereka tak lagi bisa memanfaatkan air itu.
Padahal, para petani warga Desa Sukodono dalam kesehariannya, air sungai itu adalah satu-satunya yang biasa dimanfaatkan dalam bertani. Tak pelak,  dibendungnya aliran air sungai tersebut, mereka warga Desa Sukodono merasa dirugikan.

Dan, merasa dirugikan, belasan petani inipun melakukan aksi protes pada pihak terkait, meminta aliran air sungai yang dibendung itu agar segera dibuka kembali. Namun, protes yang telah dilakukan belasan petani itu tak ada tanggapan. Padahal, kebutuhan dalam bercocok tanam, air adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditunda.

Protes yang dilakukan itu tak kunjung ada tanggapan dan mereka pun merasa dirugikan adanya proyek tersebut, kemarahannya tak terbendung dan akhirnya belasan petani Desa Sukodono ini melakukan aksi demo di lokasi pembangunan talud tersebut.

“Sebelumya kami ini sudah protes melaporkan masalah air yang tidak lagi bisa mengalir pada pihak-pihak terkait, akan tetapi lamporan kami tidak ditanggapi. Karena kami juga manusia biasa, kemarahan itu akhirnya memuncak dan melakukan aksi demo,” kata Suwoko, warga Desa Sukodono yang belum lama ini melakukan aksi demo dengan belasan petani lainnya.

Bahkan, lanjut Suwoko, sebelum melakukan aksi demo dirinya dan rekan-rekannya itu telah mendatangi Balai Desa Punjul. Namun, menurutnya, semua itu sia-sia belaka karena tidak ada titik temu.

“Sebenarnya sudah dua minggu kami melakukan laporan, tapi tak kunjung ada tanggapan. Ya aksi demo itu solusinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Punjul saat akan dikonfirmasi terkait keresahan belasan petani warga Desa Sukodono soal proyek dengan volume 1.142 yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai kontrak Rp.1.039.999.867,25 serta yang dikerjakan oleh CV Kencana ini tak ada ditempat.

“Mohon maaf pak, bapak Kades saat ini lagi ada rapat di kota,” kata salah satu staf Desa Punjul kepada Cahaya Baru, Jumat (30/09).(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *