Noersidik: Hanya Tinggal Bagaimana Kita Mendorong Agar Anak Lebih Optimal Lagi
CB, TULUNGAGUNG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pendidikan dan olahraga (Dispendipora), Selasa (2012), telah menyalurkan bantuan ke 272 siswa miskin di SMPN 1 Besuki, Kecamatan Besuki. Dan, pemberian bantuan tersebut merupakan realisasi dari Program Bantuan Siswa Miskin atau BSM.
Sedangkan Program Bantuan Siswa Miskin ini sendiri adalah bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan kepada masyarakat, khususnya pada siswa dari keluarga kurang mampu yang berupa uang tunai dan diberikan secara langsung.
Hal tersebut yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan olahraga (Dispendipora) Tulungagung Rahadi P. Bintara melalui Kabid SMP Suprayitno. Dari 272 siswa yang menerima bantuan Program BSM tersebut, jelas pria berkacamata ini, nominalnya tidak sama.
“Untuk siswa kelas 7 menerima bantuan sebesar Rp750 ribu dan kelas 8 dan 9 sebesar Rp250 ribu. Semoga bantuan Program BSM ini bisa bermanfaat bagi mereka,” kata Suprayitno kepada Cahaya Baru, Selasa (20/12).
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Besuki Noersidik S.Pd mengatakan, bahwa Progam Bantuan Siswa Miskin memang diawali dari beberapa bulan lalu (Juni 2022, red) itu sudah disampaikan kepada siswa, yakni terkait syarat-syarat untuk bisa mendapatkan program tersebut, diantaranya adalah Surat Keterangan Tidak Mampu SKTM.
“Sebenarnya semua kita ajukan, baik itu ada syarat SKTMnya maupun BLT dan segala macam, tapi tidak bisa tercover semuanya,” kata Noersidik seraya mengatakan kalau di sekolahnya baru mendeklarasikan tentang sekolah ramah.
Dengan deklarasi hari ini (Selasa 20/12, red), iapun berharap kedepan bisa melayani anak dengan sebaik mungkin. Apalagi, saat ini, sekolahnya juga sudah ditunjang dari berbagai sarana dan prasarananya.
“Apalagi ditunjang sarpras yang sudah ada, termasuk bangunan yang sekarang sudah oke, ini daya dukung yang luar biasa. Hanya tinggal bagaimana kita mendorong agar anak lebih optimal lagi,” paparnya.(Har)
