Seribu Jamaah Khusyuk Ikuti Majelis Semaan Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin di Rumah Mantan Bupati Tulungagung

CB, TULUNGAGUNG – Warga masyarakat Bandung dan sekitarnya terus berdatangan dalam acara Majelis Semaan Al-Qur’an Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek atau Rutinan Kamis Wage, yang diselenggarakan di kediaman H. Gatut Sunu Wibowo SE, ME (mantan Wabup Tulungagung Periode 2018-2023, red), Kamis malam (18/01).

Kendati hujan mengguyur terus dari sore, namun tak menyurutkan niat seribu jamaah untuk mengikuti acara yang dihadiri Gus Thuba Topi Broto cucu almarhum KH Hamim Jazuli atau yang akrab dengan Gus Miek, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ploso Kediri.

Dari hasil pantauan media ini sebelum Gus Tuba, tiba-tiba hujan deras hingga acara ini selesai tak kunjung reda. Namun, seribu jamaah yang hadir dalam Majelis Semaan Al Qur’an Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek ini tetap terlihat khusyuk hingga acara ini selesai.

Melihat acara sangat sukses, Mantan Bupati Tulungagung merasa puas dan rasa syukurannya atas penggunaan rumahnya sebagai tempat rutin Dzikrul Ghofilin setiap Kamis Wage.

“Dzikrul Ghofilin memiliki arti dzikirnya orang-orang yang lalai) dan mencakup tawasul, sholawat, istigfar, tahlil, dan doa-doa,” jelas Gatut Sunu usai acara tersebut kepada cahayabaru.id, Kamis malam (18/01).

Kegiatan ini, lanjut Gatut Sunu, sudah direncanakan tiga bulan sebelumnya. Kendati hujan, seribu masyarakat dari Tulungagung dan Blitar sangat antusias hadir, walaupun diguyur hujan.

“Gus Robet Tijani Saifun Nawas, Pengasuh majelis ini, adalah putra Gus Miek, dan penanggung jawab majelis adalah Gus Thuba Topo Broto Maneges, cucu Gus Miek,” jelasnya.

Masih kata Gatut Sunu, Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek sebagai kegiatan rutin Kamis Wage membutuhkan kesigapan mengingat harus meninggalkan aktivitas harian dari usai salat Subuh hingga Maghrib.

Bahkan, pihaknya, telah menyediakan catering untuk 1.000 orang yang meramaikan kegiatan ini. Meskipun hujan, jemaah tetap memadati semaan rutinan Kamis Wage, dan tahun depan Gatut Sunu menyatakan siap menjadi tuan rumah lagi.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini semata mata ibadah dan tasyakuran atas anaknya yang telah diterima sebagai siswa spesialis Bedah Orthopedi di Universitas Airlangga Surabaya.

“Momentum ini sebagai wujud rasa terima kasih kepada Allah SWT dan masyarakat Tulungagung. Ini juga sebagai tasyakuran dari ananda dokter Vio diterima sebagai siswa spesialis Bedah Orthopedi di Universitas Airlangga Surabaya,” bebernya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *