Komisi B DPRD Surabaya Rapat Koordinasi Terkait Permasalahan Pedagang JMP 2

CB, Surabaya – Komisi B DPRD Kota Surabaya hearing dengan pedagang Plaza JMP 2, dalam pertemuan tersebut para pedagang mengeluhkan tidak lagi bisa berjualan di stand yang selama ini mereka tempati dikarenakan tidak bisa memperpanjang kontrak sewa dengan pengelola.
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfudz mengatakan,terkait keluhan pedagang  sebenarnya sudah tidak ada masalah karena JMP 2 itu memang menurut pengelolanya PT Lamicitra Nusantara mereka sudah tidak bisa memperpanjang.(13/5/2024).

“Alasanya karena biayanya terlalu tinggi dan waktu memperpanjang sudah habis mangkanya mau tidak mau harus di tutup,”kata Mahfudz.

Ia menambahkan, maka PT Lamicitra Nusantara harus memberi solusi pedagang yang ada di sana. sudah di beri  solusi pindah ke JMP 1 bahkan sewanya pun di gratiskan.

“Kalau milik PT Lamicitra Nusantara di gratiskan selama 5 tahun cuman dikenakan servis charge sudah sangat bagus menurut saya solusi ini,” paparnya.

Sementara itu Dedi Prasetyo S.H. sebagai legal corporate dari PT Lamicitra Nusantara selaku developernya JMP 1 maupun 2 kami sudah menjelaskan bahwa tidak ada niatan kami untuk mengusir, karena dari awal sudah kami jelaskan bahwa kami gandeng untuk bisa maju di JMP 1 tempat sama, beda aja dulu JMP 2 sekarang JMP 1 sehingga kita bisa berusaha, kita kesampingkan urusan lain lain, kita berdagang lagi.

Terkait pedagang di JMP 2 dia mengatakan, Sebagian besar mereka sudah pindah, ini tingal sebagian kecil saja. mengenai perpanjangan sewa atas lahan dari pelindo ia mengatakan, kami menghormati putusan pelindo yang tidak memperpanjang, kami juga tidak yakin untuk memperpanjang karena biayanya cukup besar.

“Kami juga kasian pada mereka, lebih baik JMP 1 ada tempat ngapain ngak di pakai, nantinya kami buat event event, yang itu tidak perlu membayar kepada kami,dan hanya membayar listrik serta kebersihan. kami terus berinovasi apa lagi kita gabungkan dengan rencana Pemeritah Kota Surabaya di dalam revitalisasi Kota Tua, mari kita sinergi di dalam konsep seperti apa misal, susur sungainya kita integrasikan, kenapa tidak,”ujar Dedi. (lg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *