Bersih Desa, AKD Rejotangan Adakan Pagelaran Wayang Kulit

CB, TULUNGAGUNG – Sebagai wujud rasa syukur dan nguri-nguri (menghidupkan budaya leluhur, red), Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, gelar acara bersih desa atau metri.

Sedangkan kegiatan bersih desa ini ditandai dengan hiburan vampur sari New Sekar Gadung dan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pandowo Syukur” bersama Ki dalang Ki Minto Darsono, dan kegiatan metri ini sendiri digelar di tanah lapang Desa Tenggur Rabu (05/06) malam.

Acara metri ini dihadiri Ir, H. Muhammad Heri Romadhon MM, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur Ali Makruf S.Sos, Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Pj Bupati Tulungagung yang diwakili Staf Ahli Iswahyudi S.A.P, Kadin PUPR Kabupaten Tulungagung Dwi Hary Subagyo, Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nur Samsu AP, Ketua AKD Tulungagung, Kepala Desa se Kecamatan Rejotangan, perwakilan Kades Wonogiri, Ponorogo dan Karanganyar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung Drs, Santoso.MSi serta Direktur RSUD Iskak Tulungagung.

Dalam acara tersebut, Kepala Desa Tenggur Zaenal Fanani mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara bersih desa tersebut.

“Terimakasih pada kegiatan ini yang juga dihadiri teman teman kades dari Solo Raya, Wonogiri, Ponorogo, Nganjuk dan Surabaya yang tergabung dalam Kades Indonesia Bersatu (KIB),” kata Zaenal.

“Hal ini menandakan kekompakan para kades se-Indonesia dan kami sangat mengapresiasi dari teman teman kades yang sudah memperjuangkan nasib para kades hingga dikabulkannya masa jabatan kades bertambah 2 tahun,” ungkapnya.

Disela-sela acara, Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nur Samsu AP mengatakan, kala ada pesan yang ia tangkap untuk mencapai tujuan harus ada pola hubungan yang harmonis satu sama lain dalam ruang partisipasi.

Sehingga, menurutnya, akan lebih baik kolaborasi itu tidak hanya di ciptakan dua lembaga saja melainkan banyak lembaga.

“Kolaborasi yang baik itu terjadi jika berkolaborasi dengan jumlah yang besar antara DPRD Jawa Timur, UPT Taman Budaya dan dukungan kepala desa se kecamatan Rejotangan, KIB, AKD, APDESI dan Rakyat masuk wilayah Dapil Jawa Timur,” tuturnya.

Jarot menambahkan, untuk nilai – nilai kebijaksanaan dan pengetahuan didalam memimpin itu merupakan kunci keberhasilan, sehingga dalam alam semesta bisa tercermin nilai nilai seperti dalam astabrata, benar benar direpresentasikan.

“Sehingga kehidupan tatanan sosial dalam bermasyarakat itu bisa mengedepankan kerukunan, kedamaian dan kekerabatan.” jelas Jarot penuh makna.

Sementara penghargaan setinggi tingginya disampaikan oleh Kepala UPT Taman Budaya Ali Makruf kepada seluruh perangkat daerah dan warga masyarakat desa Tenggur saat membacakan sambutan dari kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur seusai sambutan dari Camat Rejotangan.

“Dengan harapan kedepan warga masyarakat desa Tenggur khususnya Kecamatan Rejotangan akan lebih baik dan Jawa Timur lebih makmur,” katanya.

Senada dengan Ali Makruf yang anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi PAN Ir. H.M. Heri Romadhon berpesan, khususnya masyarakat Desa Tenggur diberikan kesehatan, rejeki yang lancar dan di berikan putra putri yang Sholeh Sholihah.

“Saya sebagai ketua Fraksi PAN di DPRD Provinsi Jawa Timur semoga bisa mengemban amanat rakyat, dan lima tahun saya sebagai anggota dewan, selalu ingat, ora bar terus bur tapi panggah eleng (tetap ingat.red) dengan konstituen dan pemilihnya,” ucap Heri.Romadhon.

“Harapan saya, semoga Tuhan memberikan keselamatan pada kita semua dunia dan akhirat.” ucapnya.

Terakhir, diatas panggung Ir. H.M. Heri Romadhon beserta Ali Makruf memberikan wayang gunungan secara simbolis kepada Ki Dalang Minto Darsono sebagai pertanda pagelaran wayang kulit semalam suntuk bisa dimulai dengan lakon “Pandawa Syukur”.

Di tempat terpisah Kepala Desa Banjarejo Zaenuddin Jawair mengatakan, dengan ditambahnya masa jabatan kepala desa 2 tahun, bisa menjadikan bahan evaluasi kinerja para kades dalam membangun desa agar lebih baik lagi.

“Dengan ditambahnya masa jabatan oleh pemerintah, kita merasa bersyukur. Namun kita juga harus evaluasi kinerja kita dalam membangun desa kedepan agar lebih baik lagi,” pungkas Zaenuddin (rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *