Dalam Acara Dialog, Heru Suseno Jabarkan Tupoksi Pj Bupati

CB, TULUNGGUNG – Kedatangan Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung Dr, Ir Heru Suseno MT, Kamis (06/06), dalam acara dialog yang diadakan komunitas Ngaji Ngopi ini membuka lebar tugas pokok (Tupoksi) penjabat bupati. Karena, tugas dan wewenang serta larangan bagi Pj yang ditunjuk oleh pemerintah pusat diatur dalam UU 23/2014 tentang Tentang Pemerintah Daerah (Pemda).

Dan, merajut pada aturan, adanya Pj ini lantaran pemilihan kepala daerah atau Pilkada yang bakal digelar pada 2024, dan kursi kepala daerah difinitif bakal dibiarkan kosong dan sementara diisi oleh penjabat kepala daerah. Hal itu yang disampaikan oleh Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno dalam acara dialog bareng kaum muda di Jong Java Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Kamis (06/06) malam.

Dan, dalam dialog dengan lintas komunitas ini, Pj Bupati juga membahas tentang potensi wisata dan rencana pembangunan Tulungagung kedepan. Diskusi terbuka itu meliputi soal ekonomi, kesehatan, infrastrur, sejarah dan budaya serta pendidikan.

Sedangkan dalam acara tersebut, yakni peserta diskusi yang hadir dari akademisi, mahasiswa, tokoh lingkungan, pelaku UMKM, kepala OPD, lurah, camat, kepala sekolah dan aktifis sosial hadir dalam acara itu.

Alhasil, mereka sepakat membangun sepirit untuk menciptakan kondusifitas dan perkembangan ekonomi Tulungagung agar lebih baik. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, pelayanan yang bagus dan iklim usaha yang terus berkembang.

Dalam acara dialog ini, Pj Bupati Heru Suseno yang juga sebagai narasumber ini memulai diskusi dengan memperkenalkan diri serta menjelaskan tentang tugas dan wewenang seorang penjabat kepala daerah dalam membangun sebuah daerah. Di Tulungagung misalnya, ketika Pj mulai bertugas diakhir tahun, maka ketika Ia masuk tinggal melaksanakan pekerjaan dan tanpa merencanakan.

“Sudah berbulan bulan di Tulungagung, dan ini adalah dialog yang pertama dengan masyarakat. Saya bersyukur dan senang sekali menjadi bagian dari masyarakat Tulungagung untuk bisa memberikan sumbang sih, tenaga, fikiran, dan semua yang sesuai kemampuan saya untuk kemajuan Kabupaten Tulungagung,” ungkap Pj Bupati Heru Suseno.

Menurut Pj Bupati, prioritas pembangunan Tulungagung adalah penurunan kemiskinan dan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.
Dari data statistik yang ada, iapun menyebutkan kalau Kabupaten Tulungagung adalah kota yang luar biasa, kerena memilki pelaku UMKM yang tangguh dan potensi wisata yang jarang dimiliki daerah lain.

Namun demikian, karena APBD Tulungagung indeks kemampuan viskalnya rendah berbanding PAD saat ini, hal itu membuat ketergantungan dengan pusat sangat tinggi. Maka prioritas dibidang keuangan adalah meningkatkan PAD. Potensi wisata pantai selatan dengan siapnya JLS, jalan Tol, dan potensi Lingkar Gunung Wilis bisa dikelola optimal.

“Sudah ada dalam pikiran kami, bagaimana orang berkunjung berlama lama di Tulungagung. Hal ini menjadi bagian dari perencanaan untuk kemajuan Tulungagung,” jelas Pj dihadapkan kaum Melenial inj penuh keramahan.

Pj Bupati Heru Suseno juga mengatakan, Kabupaten Tulungagung belum mempunyai destinasi wisata kota, sehingga perlu diwujutkan. Hal itu akan menambah kelengkapan tujuan wisata, sehingga orang luar mempunyai banyak pilihan ketika berwisata ke Tulungagung.

Saat disinggung soal sisi negatif dari Kabupaten Tulungagung, Pj pun menjelaskan kalau masyarakat banyak berfikir negatif, maka energi pun malah habis terbuang sia sia.

Namun, menurut Pj, kalau berbicara kekurangan, maka itu bisa diupayakan ditambah dan bisa digunakan sebagai penggerak pembangunan, sebagai intropeksi untuk bagaimana memperbaiki Tulungagung.

“Dalam waktu dekat akan ada forum forum kecil yang melibatkan, petani, nelayan dan komunitas lain sebagai masukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.

Puluhan peserta dialog terlihat aktif mengacungkan tangan untuk bertanya kepada Pj saat moderator memberikan waktu kepada audience. Diantaranya Izza, mahasiswi UIN Tulungagung. Ia mempertanyakan kebijakan pemkab Tulungagung terkait prasasti dan candi candi seperti candi Penampihan yang perlu pemugaran.

Menanggapi hal itu, Pj. Heru Suseno menyebut sejarah, prasasti, dan candi akan menjadi perhatian Pemkab Tulungagung. Terlebih sejarah situs Lawadan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Tulungagung.

“Sangat jarang anak muda saat ini yang tertarik dengan sejarah. Itu perlu ditingkatkan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” jawab Pj Bupati Heru Suseno dengan mimik tegas.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *