CB, TULUNGAGUNG-Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung Dr, Ir Heru Suseno MT, Kamis (06/06), menghadiri acara dialog yang digelar oleh komunitas “Ngaji Ngopi Berdiskusi Mencari Ngerti ” di Jong Java, Kelurahan Kepatihan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.
Dalam acara tersebut, Pj Bupati menjabarkan dalam menjalankan tugasnya, yakni penjabat kepala daerah diwajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban. Tentu, laporan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Dan, khususnya penjabat bupati dan wali kota melaporkan tugas-tugasnya kepada Mendagri melalui gubernur. Dan, setelah acara dialog ini, Mohammad Nasrul Umam (27) pun merespon positif apa yang telah disampaikan Pj Bupati tersebut.
“Dalam acara diskusi malam ini (Kamis 06/06, red), mungkin banyak orang belum mengetahui tentang tupoksi Pj itu seperti apa dan batasan regulasi menjadi Pj itu seperti apa,” kata pria yang juga staf manager Ngaji Ngopi ini kepada cahayabaru.id, Kamis (06/06) malam.
Jadi, menurut Nasrul, dengan diadakan diskusi seperti ini sebagai sarana, karena pemuda itu juga butuh inspirasi untuk perkembangan daerahnya. Disisi lain, kaum muda Tulungagung ini sering kali mengadakan even-even untuk menaikkan sektor UMKM.
Untuk itu, tambah Nasrul, Pj Bupati harus mampu membenahi birokrasi, yang dianggap terkesan ribet dalam kepengurusan izin.
“Karena pada bupati sebelumnya itu regulasi untuk perizinan itu masih sulit. Jadi harapan kita, ketika kita mengundang biar tahu kalau Tulungagung itu pemudanya banyak yang bergerak untuk kreativitas,” ungkapnya.
Masih kata Nasrul, banyak kota-kota atau kota tetangga kita itu maju dikarenakan pemudanya. “Saya yakin kalau kaum muda dilibatkan, Tulungagung pasti akan maju,” kata Nasrul dengan mimik serius.
Sementara itu, acara dialog yang digelar oleh komunitas Ngaji Ngopi ini tak hanya kali ini saja dan belum lama ini Roky Gerung juga telah datang di Tulungagung untuk melakukan dialog bareng komunitas Ngaji Ngopi. Bahkan, ada beberapa tokoh-tokoh yang sudah melakukan komunikasi dengan komunitas tersebut, seperti Bambang Pacul (politikus handal asal Jawa Tengah, red), Bupati Tuban, Bupati Blitar, Bupati Trenggalek serta banyak tokoh yang sudah antri ingin berdialog dengan komunitas tersebut.(Hsu)
