CB, TULUNGAGUNG – Gelontoran dana APBD, APBN maupun DAK Pusat terus mengalir. Tentu, gelontoran dana tersebut untuk penanganan jalan rusak yang harus segera dikerjakan. Hal itu yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, saat melakukan survey lokasi proyek di Desa Sedayugunung, Kecamatan Besuki.
Dwi Hari mengatakan, untuk pekerjaan telah dilaksanakan mulai pengadaan bulan April hingga pelaksaan dan bakal kelar pada Desember 2024. “Telah kita laksanakan sesuai dengan anggaran yang telah ada, mulai pengadaan hingga pelaksanaan” kata Dwi Hari, Kamis (20/06).
Ia juga menjelaskan, total panjang jalan di Kabupaten Tulungagung sesuai SK Bupati, yakni kisaran 1.775, 205 kilometer dengan jumlah ruas jalan sebanyak 1.024 ruas jalan. Sedangkan presentase Kondisi Jalan Mantap sebesar 74,81 persen.
“Alokasinya banyak jika kita sebutkan, misalnya untuk pembangunan jalan, rekonstruksi jalan, penanganan long segment ruas jalan dan pemeliharaan berkala serta pelebaran jalan menuju standar,” jelas Dwi Hari.
Disamping itu, imbuhnya, pemeliharaan rutin jalan juga dilaksanakan oleh 4 UPT dengan total panjang jalan 60 kilometer. Dan, menurutnya, penggunaan anggaran di PUPR yanh secara terbuka disampaikan ini sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
“Tidak ada yang kami tutup-tutupi, ini merupakan amanah yang harus kami kerjakan” terangnya.
Ia merinci, penanganan jalan tahun 2024 yang bersumber dari APBD sepanjang 104,56 Km dengan rincian panjang jalan yang dibangun sepanjang 0,516 Km, Rekonstruksi Jalan
13,757 Kilometer, Pemeliharaan Berkala Jalan
29,584 Kilometer, Pelebaran Jalan Menuju Standar 0,284 Kilometer, Rehabilitasi Jalan
0,423 Kilometer dan Pemeliharaan Rutin Jalan sepanjang 60 Kilometer.
Sementara anggaran yang bersumber dari APBN tersebut diperuntukkan untuk penanganan Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang 9,940 kilometer, maka dari anggaran APBD dan APBN yang dikelola oleh DPUPR pada tahun 2024 ini untuk penanganan jalan totalnya mencapai panjang 114,504 Kilometer.
“Sampeyan bisa lihat, selama pembangunan jalan yang kita bangun bedanya dua tahun Ini dengan dua tahun sebelumnya bisa dibandingkan, dan pembangunan saat ini sudah setara dengan jalan tol,” jelas Dwi Hari seraya mengatakan kalau masyarakat sekarang sudah bisa merasakan.(Hsu)
