CB Blitar – Pemerintah Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, telah selesai melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Pembangunan yang dilakukan berupa Jalan Usaha Tani (JUT) dengan konstruksi rabat beton di lokasi RT.04 RW.04, Dusun Sidorejo. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat, terutama karena pentingnya akses jalan yang memadai bagi aktivitas pertanian.
Pembangunan Jalan Usaha Tani ini diharapkan mampu memperlancar kegiatan transportasi hasil panen para petani. Jalan yang memadai diyakini akan membantu mengurangi biaya transportasi, mempercepat pengangkutan hasil tani, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Plandirejo. Akses yang baik juga menjadi sarana penting untuk menjamin stabilitas harga komoditas pangan di daerah tersebut.
Kepala Desa Plandirejo, Agus Prawito, menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Usaha Tani ini telah lama diidamkan oleh masyarakat setempat, terutama oleh para petani.
Menurut Agus, peningkatan akses jalan di lokasi ini bukan hanya untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, tetapi juga menjadi bukti keseriusan pemerintah desa dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Plandirejo adalah salah satu program prioritas kami di tahun anggaran 2024. Dengan adanya JUT ini, kami harap para petani dapat lebih mudah mengangkut hasil panennya sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Agus Prawito kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, (19/11/2024)
Dana yang dialokasikan untuk proyek ini bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2024, sebesar Rp.115 juta. Jalan yang dibangun selesai bulan Juni ini, memiliki dimensi panjang 200 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan 0,13 meter. Material yang digunakan berupa rabat beton, yang diharapkan dapat tahan lama dan dapat digunakan untuk aktivitas pertanian dalam jangka waktu yang panjang. Pembangunan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun fasilitas yang langsung menyasar pada kebutuhan para petani.
Selain berdampak pada sektor pertanian, Agus Prawito menambahkan bahwa proyek ini juga berpotensi meningkatkan aksesibilitas desa dan memudahkan masyarakat sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Dengan jalan yang lebih baik, warga bisa dengan mudah menjangkau berbagai fasilitas, baik untuk keperluan ekonomi maupun sosial.
Dukungan dari masyarakat terhadap proyek ini sangat besar. Salah satu warga RT 04 RW 04, Sunaris (50), menyatakan rasa syukurnya atas pembangunan jalan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah desa yang telah memperhatikan kebutuhan kami, para petani. Jalan ini sangat membantu kami dalam mengangkut hasil panen,” ujar Sunaris.
Sunaris menambahkan bahwa sebelum adanya JUT, para petani kerap mengalami kendala terutama saat musim hujan. Jalan yang masih berupa tanah sering kali becek dan menyulitkan kendaraan untuk melintas. Dengan adanya rabat beton ini, para petani kini dapat lebih mudah dalam mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar atau tempat penjualan lainnya.
Lebih lanjut, proyek pembangunan JUT ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sementara bagi warga sekitar. Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat setempat dilibatkan dalam kegiatan konstruksi, sehingga menambah pendapatan mereka. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga menjadi stimulus ekonomi bagi desa.
Lebih lanjut, Kades Agus menambahkan, Desa Plandirejo dengan ini menjadi salah satu desa di Kabupaten Blitar yang memanfaatkan alokasi dana desa secara tepat sasaran. Kebutuhan dasar petani seperti infrastruktur jalan yang memadai merupakan langkah awal menuju ketahanan pangan yang kuat di tingkat lokal. Pemerintah desa berharap agar pembangunan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di sekitarnya.
“Dengan adanya pembangunan Jalan Usaha Tani ini, masyarakat Desa Plandirejo, khususnya Dusun Sidorejo, menyambut baik langkah pemerintah desa yang dinilai memperhatikan kebutuhan warga. Di sisi lain, proyek ini juga menguatkan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera ” ungkap Kades Agus Prawito. (Pram)
