Dedikasi dan Peran Aktif Masyarakat Menentukan Keberlanjutan IPAL Terbangun di Kota Blitar 

CB Blitar –  Dalam menjaga kualitas air tanah, mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memiliki program pengelolaan air limbah domestik rumah tangga dari kamar mandi dan dapur melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tangki septik komunal.

Program ini dibutuhkan partisipasi aktif warga masyarakat Kota Blitar.
Keberhasilan program ini perlu didukung oleh semangat gotong royong dan komitmen warga setempat untuk menciptakan perubahan. Pembangunan tangki septik komunal, seperti yang ada di Kelurahan Sukorejo dan Kelurahan Turi Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sementara itu, Ketua RT. 01 RW.15, Sutopo, mengatakan bahwa keberadaan tangki septik telah membawa perubahan besar bagi lingkungan dan telah dirasakan manfaatnya secara signifikan.

“Dulu, limbah rumah tangga sering mencemari saluran air dan menyebabkan bau tidak sedap. Sekarang, lingkungan kami jauh lebih bersih,” katanya.

Ia menambahkan bahwa edukasi intensif dari kelurahan dan dinas terkait sangat membantu meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan limbah yang baik. Hal ini mendorong budaya sanitasi bersih di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampsikan oleh Ketua RT.03 RW.01, Kelurahan Turi, Andi Winarta, bahwa sebelum adanya tangki septik, limbah sering dibuang ke sungai sehingga mencemari air.

“Sekarang, sungai di sekitar mulai jernih, dan pencemaran semakin berkurang. Disamping itu baunya sudah tidak ada,” jelasnya.

Dalam hal proses pembangunan tangki septik tersebut, pembangunan ini melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang didampingi oleh Tim Fasilitator Lapangan (TFL). Warga berperan aktif menyumbangkan tenaga dan waktu serta memastikan proyek berjalan lancar.

“Kami ingin memastikan manfaat ini dirasakan hingga generasi mendatang,” tambah Andik, salah satu pengurus KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) dan KPP (Kelompok Pengelola Pemanfaat) tangki septik komunal Turi Bangkit.

Kepala Dinas PUPR Kota Blitar, Erna Santi, melalui Kabid AMPL, Dessy Kusuma Wardani, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan solusi efektif dalam pengelolaan limbah domestik. “IPAL dan tangki septik ini dibangun berdasarkan usulan masyarakat dengan sistem swakelola tipe 4, yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat,” jelas Dessy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/12/2024).

“Dengan keterbatasan pemahaman teknis, KSM melakukan pembanguan IPAL atau tangki septik komunal dengan pendampingan dalam perencanaan, monitoring, hingga pelaksanaan proyek melalui TFL Selain itu, Inspektorat dan BPKP juga berperan dalam pengawasan,” tambah Dessy.

Menurut Dessy, KSM dan KPP adalah pahlawan lingkungan, untuk itu kami sangat berterima kasih atas dedikasi masyarakat yang telah memberikan waktu dan tenaga dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah secara komunal. Dedikasi mereka memungkinkan pembangunan tetap beroperasi secara berkelanjutan.

“Disisi lain, semangat perubahan ini menjadi harapan baru bagi warga Sukorejo dan Turi. Untuk itu pemeliharaan tangki septik agar tetap berfungsi optimal, warga membentuk KPP yang bertugas melakukan inspeksi berkala dan merawat fasilitas terbangun.(Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *