CB Blitar – Setelah empat hari penuh diisi dengan diskusi, praktik, dan refleksi kepemimpinan, program In Service Learning 2 (In 2) yang digelar Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur akhirnya resmi ditutup pada Rabu (29/10/2025). Kegiatan yang berpusat di SD IT Ibadurrahman Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian Pelatihan pembelajaran mendalam intensif bagi para kepala sekolah jenjang SMP, SD, dan PAUD yang mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan tersebut diikuti 180 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMP. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan terkait kepemimpinan pembelajaran, manajemen sekolah berbasis data, serta penguatan kompetensi kepala sekolah sebagai pemimpin transformasi pendidikan.
Dalam wawancara dengan wartawan, narasumber BBGTK Jawa Timur, Santi, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Pelatihan In 2 ini merupakan lanjutan dari program pengembangan kompetensi kepemimpinan tahap In 1. Kami berharap para kepala sekolah mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Santi menambahkan, pihaknya ingin agar para kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan. “Kepala sekolah bukan hanya pengelola administratif, tetapi juga pemimpin pembelajaran yang mendorong inovasi di kelas dan di manajemen sekolah,” tuturnya.
Materi pelatihan In 2 kali ini mencakup strategi kepemimpinan instruksional, pengembangan budaya sekolah positif, serta pemanfaatan teknologi dalam supervisi akademik. Para peserta juga diminta menyusun action plan yang akan diterapkan setelah kembali ke sekolah masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut nyata dari hasil pelatihan.
Metode pembelajaran yang digunakan oleh BBGTK bersifat interaktif dengan pendekatan andragogi, yang mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan melakukan simulasi praktik. Antusiasme peserta terlihat dalam setiap sesi, terutama ketika berdiskusi tentang tantangan dan solusi kepemimpinan di era digital.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Natan Kurniawan, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi melalui BBGTK dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas kepala sekolah. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk pendidikan Blitar. Kepala sekolah yang kompeten akan melahirkan ekosistem pembelajaran berkualitas, yang pada akhirnya menghasilkan generasi unggul dan berdaya saing,” kata Natan.
Acara penutupan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta dan dilanjutkan dengan foto bersama. Selain itu, para peserta menandatangani komitmen bersama untuk menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Ke depan, BBGTK Jawa Timur berencana melakukan pendampingan dan monitoring bagi alumni program In 2. “Kami juga membuka kanal konsultasi berkelanjutan bagi para kepala sekolah agar implementasi program peningkatan mutu kepemimpinan di Jawa Timur dapat terus berjalan optimal,” ujar Santi menutup kegiatan.(Pram)
