CB, TULUNGAGUNG – Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Rejosari menuju Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dikeluhkan masyarakat karena mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan sirip Jalur Lintas Selatan (JLS) mengalami kerusakan dengan lapisan aspal yang terkelupas serta banyak lubang di berbagai titik.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kalidawir, Sunarto, mengatakan kerusakan jalan sirip JLS tersebut telah berlangsung cukup lama.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat karena hingga saat ini belum terlihat adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.
“Jalan sirip JLS saat ini memang rusak parah dan kerusakan ini sudah lama terjadi. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda pemerintah daerah akan memperbaiki jalan tersebut,” ujar Sunarto, Minggu (7/6/2026).
Pria yang akrab disapa Ndon-Ndon itu menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada ruas jalan Desa Rejosari menuju Pantai Sine. Kondisi serupa juga ditemukan di jalur Desa Panggung Kalak menuju Pantai Dlodo serta jalur Lok Songo menuju Pantai Molang.
Karena, menurutnya, ketiga jalur sirip JLS tersebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga menghambat aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan pantai di sepanjang jalur selatan Tulungagung.
“Selain jalur Rejosari menuju Pantai Sine, ruas jalan Desa Panggung Kalak menuju Pantai Dlodo dan jalur Lok Songo menuju Pantai Molang juga rusak cukup parah. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai di sepanjang jalur JLS,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sunarto menilai buruknya akses jalan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Nelayan di kawasan Pantai Sine, misalnya, mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil tangkapan ikan ke luar daerah.
Selain itu, pelaku UMKM di sepanjang jalur JLS juga mengeluhkan menurunnya jumlah pengunjung akibat kondisi jalan yang rusak.
Ia menyebut, kerusakan jalan juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas sehingga membuat sebagian wisatawan enggan kembali berkunjung ke destinasi wisata pantai di wilayah tersebut.
“Dampak buruk akses jalan ini membuat nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan ikannya ke luar daerah. Pelaku UMKM juga mengeluhkan sepinya pengunjung karena kondisi jalan yang rusak dan sering terjadi kecelakaan. Akibatnya, wisatawan menjadi enggan berkunjung kembali,” katanya.
Sunarto berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera mengambil langkah perbaikan terhadap seluruh jalur sirip JLS yang rusak. Menurutnya, infrastruktur jalan yang baik akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan pantai selatan Tulungagung.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung segera memperbaiki jalur-jalur sirip JLS. Dengan akses jalan yang baik, roda perekonomian masyarakat dapat meningkat dan wisatawan dari luar daerah akan lebih tertarik berkunjung ke pantai-pantai di sepanjang jalur JLS,” pungkasnya.
(Khairul Anam)
