CB, TULUNGAGUNG – Tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama Kabupaten Tulungagung, H. Annas Sulaiman, menyoroti kondisi jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mengalami kerusakan parah.
Jalan yang dimaksud berada di ruas Desa Rejosari menuju Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, serta jalur sirip Desa Panggung Kalak menuju Pantai Dlodo, Kecamatan Pucanglaban.
Menurut Annas, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat sekaligus jalur utama menuju sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah selatan Tulungagung.
Namun hingga saat ini, kondisinya dinilai memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung seharusnya turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi dan segera mengambil langkah perbaikan. Kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama dan kerap menjadi penyebab kecelakaan,” ujar Annas, Senin (8/6/2026).
Ia pun menilai buruknya kondisi jalan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan menyebabkan pendapatan pelaku usaha menurun, bahkan tidak sedikit UMKM yang terpaksa menutup usahanya.
“Akibat rusaknya jalur sirip JLS, roda perekonomian masyarakat ikut menurun. Wisatawan dari luar daerah berkurang dan banyak pelaku UMKM yang akhirnya gulung tikar,” katanya.
Annas juga menceritakan pengalaman yang dialaminya saat melintasi jalur Panggung Kalak menuju Pantai Dlodo menggunakan kendaraan off-road miliknya.
Di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan tanjakan hutan jati, ia menemukan pasangan suami istri yang sedang menggendong anak balita karena sepeda motor mereka mogok akibat kondisi jalan yang rusak.
“Saat itu kami bertemu pasangan suami istri yang baru pulang berwisata dari pantai selatan dan hendak kembali ke Pasuruan. Motor mereka mogok di tengah jalan, sehingga kami membantu mengevakuasi mereka ke bengkel di Desa Panggung Kalak,” tuturnya.
Selain menyoroti infrastruktur jalan, Annas juga mengungkapkan keluhan warga Dusun Sine terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari masyarakat saat berkunjung ke kawasan tersebut, hingga kini siswa SD, PAUD, maupun kelompok penerima manfaat lainnya di Dusun Sine disebut belum pernah menerima program MBG.
“Padahal program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan cukup lama. Kami berharap Kepala Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Tulungagung turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti persoalan ini,” pungkas Annas Sulaiman.
(Khairul Anam)
