SPPG Kabupaten Pasuruan Bisa Jadi Percontohan Nasional Program MBG

CB, Pasuruan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Kecamatan Pandaan Desa Sumbergedang,Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, menjadi proyek percontohan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).di tingkat nasional. Sejak mulai beroperasi pada 17 Februari 2025, SPPG ini terus mengalami pengembangan, baik dari sisi fasilitas, tata letak bangunan, maupun kapasitas layanan penerima manfaat. Kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang, Nur Cholis, mengatakan berbagai perubahan tersebut dilakukan untuk memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan. “Perubahan cukup signifikan, mulai dari fasilitas hingga tata letak bangunan yang terus disesuaikan dengan standar pengolahan makanan dan pelayanan gizi yang berlaku,” ujarnya, 18 Juni 2026. Kepada Media Cahaya Baru

Layani 3.700 Penerima Manfaat
SPPG yang setiap hari. Penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok, mulai dari peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Menurut Cholis, ribuan penerima manfaat tersebut berasal dari 11 lembaga pendidikan dan lima Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), yakni Posyandu Sukun, Kelampok, Tengger, Jatiroso, dan Pelintahan berada di depan SMAN 1 Pandaan itu kini melayani sekitar 3.700 penerima manfaat Program MBG

Utamakan Produk Lokal

Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, SPPG Sumbergedang mengutamakan produk local yang tersedia di sekitar wilayah Pandaan. Bahan pangan yang digunakan meliputi sayuran, bumbu dapur, lauk-pauk, hingga buah-buahan.Strategi tersebut dinilai mampu mendukung perekonomian masyarakat sekitar sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar dan sesuai kebutuhan.“Kami memanfaatkan produk lokal dengan mempertimbangkan ketersediaan dan harga yang terus diperbarui. Ini menjadi bentuk sinergi yang saling menguntungkan antara program MBG dan pelaku usaha lokal,” kata Cholis.

Menu Telur Diperbanyak

Untuk menu harian, SPPG mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan memperbanyak penggunaan telur sebagai sumber protein utama. Kebijakan tersebut dilakukan seiring turunnya harga telur di pasaran. Berbagai olahan telur disajikan kepada penerima manfaat, seperti rolade, omelet, dan menu lainnya yang dipadukan dengan nasi, sayuran, buah, serta susu. “Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik. Masukan dan kritik dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan SPPG, tambahnya. Shod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *