CB, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Tasyakuran Haji Tahun 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum menyambut kepulangan jamaah haji sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, penyelenggara ibadah haji, dan para jamaah.
Acara dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan organisasi keagamaan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta tamu undangan lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah asal Tulungagung yang tergabung dalam Kloter 32, 34, 102, 103, 104, 105, dan 112.
Ia mendoakan seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh serta mampu mengamalkan nilai-nilai ibadah haji dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Baharudin, kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air.
“Haji yang mabrur harus mampu melahirkan pribadi yang semakin peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan. Kami berharap para jamaah menjadi teladan di lingkungan masing-masing dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Lantas Baharudin menjelaskan, terdapat tiga karakter utama yang menjadi ciri haji mabrur, yakni membiasakan menebarkan salam, gemar membantu sesama, dan memiliki sifat pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.
“Tiga nilai tersebut harus melekat dalam diri setiap jamaah sebagai implementasi predikat dhuyufullah atau tamu Allah yang telah menyempurnakan ibadah haji,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Baharudin juga mengajak seluruh hadirin mendoakan jamaah haji asal Tulungagung yang wafat di Tanah Suci agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga memohon doa bagi jamaah yang masih menjalani perawatan kesehatan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, Plt Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, panitia penyelenggara pemberangkatan dan pemulangan jamaah, petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atas dedikasi mereka selama penyelenggaraan haji 2026.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Kabupaten Tulungagung. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi amal ibadah,” tuturnya.
Ia pun berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama di Tanah Suci mampu membawa perubahan positif bagi para jamaah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.
Dan, rangkaian acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan KH Muhson Hamdani mengenai makna dan hikmah ibadah haji sebagai bekal menjalani kehidupan setelah kembali ke tanah air.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Jamaah Haji Tulungagung, Fuad Syaiful Anam, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung atas dukungan selama proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, petugas haji, dan seluruh pihak terkait menjadi salah satu faktor keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Fuad juga mengungkapkan, Kloter 103 asal Tulungagung berhasil meraih penghargaan sebagai kloter terbaik se-Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tulungagung sekaligus bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, aman, dan berkualitas.
Melalui kegiatan tasyakuran ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap para jamaah haji dapat menjadi inspirasi di tengah masyarakat dengan menebarkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, persaudaraan, serta semangat membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera. (Tim)
