Puncak HAN Surabaya, Pemkot Luncurkan Gerakan Act for Early Years Perkuat Investasi Anak Usia Dini

CB, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat kota sebagai momentum memperkuat investasi bagi generasi masa depan. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak Surabaya Hebat”, lebih dari 5.000 anak memadati Balai Pemuda Surabaya, Rabu (29/7/2026). Mereka mengikuti Festival Sayang Anak, peluncuran Gerakan Act for Early Years, hingga Kelas Inspirasi yang menghadirkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari.

Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Surabaya dan Koalisi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) mengenai penguatan investasi dan kebijakan pengembangan anak usia dini melalui Gerakan Act for Early Years. Kesepakatan itu dilanjutkan dengan penandatanganan manifesto dan peluncuran kampanye nasional sebagai upaya memperkuat pembangunan anak sejak usia dini.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Surabaya menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Selain menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh akreditasi UNESCO Learning City, Surabaya juga aktif dalam jejaring global seperti Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF, Healthy City WHO SEARO, UCLG ASPAC, UN-Habitat, hingga CityNet.

Komitmen itu diperkuat melalui berbagai kebijakan yang menyentuh keluarga sebagai lingkungan pertama anak. Salah satunya melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang berkembang dari satu kelas pada 2022 menjadi 990 kelas pada 2025 dan telah menjangkau sekitar 27 ribu orang tua balita. Melalui program tersebut, orang tua dibekali pengetahuan mengenai pola pengasuhan, pembentukan tujuh karakter Anak Indonesia Hebat, hingga penguatan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak prasekolah.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga memperkuat perlindungan anak melalui program perwalian bagi anak yang kehilangan pengasuhan orang tua, kebijakan pembatasan penggunaan gawai, hingga kerja sama dengan Pengadilan Agama untuk memblokir Nomor Induk Kependudukan (NIK) ayah yang tidak memenuhi kewajiban memberi nafkah kepada anak setelah perceraian.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembangunan kota tidak bisa dilepaskan dari pembangunan karakter anak. Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Surabaya dimulai dari keluarga.

“Ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin kota ini. Karena itu kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar hak anak terpenuhi. Peran orang tua tidak akan pernah bisa digantikan oleh gadget ataupun apa pun. Kasih sayang orang tua sangat menentukan masa depan anak,” kata Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, Kelas Inspirasi bertajuk “Cerita Pemimpin, Inspirasi Anak Indonesia: Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” sengaja menghadirkan para pemimpin nasional agar anak-anak dapat belajar langsung dari pengalaman mereka dalam meraih cita-cita dan mengabdi kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Forum Anak Surabaya juga menyerahkan Buku Aspirasi Anak kepada Wali Kota Surabaya dan Menteri PPPA yang selanjutnya akan dibawa dalam forum Koalisi Nasional PAUD HI tingkat Asia Pasifik.

Wali Kota Eri menambahkan, Surabaya terus membuka ruang bagi anak-anak untuk tampil di tingkat internasional, di antaranya melalui Forum Anak Surabaya yang dikirim mengikuti forum Child Friendly Cities Initiative (CFCI) di Jepang. Pemkot juga mulai mempertemukan anak-anak dengan dunia industri melalui Kebun Raya Mangrove Surabaya untuk mendorong lahirnya riset dan inovasi sejak usia dini.

“Saya berharap anak-anak Surabaya terus berkembang, memiliki wawasan yang luas, karakter yang kuat, dan mandiri. Surabaya boleh menjadi kota internasional, tetapi anak-anaknya tidak boleh kehilangan karakter sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi menilai berbagai langkah tersebut menjadi modal penting bagi Surabaya untuk semakin mendekati predikat Kota Layak Anak Paripurna.

“Surabaya tinggal selangkah lagi menuju Kota Layak Anak Paripurna. Pak Wali Kota mampu mengorkestrasi seluruh perangkat daerah dan berbagai elemen masyarakat sehingga banyak ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Penguatan keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat juga menjadi contoh yang sangat baik,” kata Arifatul.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai penyelenggaraan HAN di Surabaya menjadi salah satu yang paling substantif karena tidak berhenti pada seremoni.

“Ini penyelenggaraan Hari Anak Nasional yang paling meriah yang saya ikuti tahun ini. Yang lebih penting, anak-anak diberi ruang untuk berdialog, menyampaikan harapan, sekaligus belajar langsung dari para pemimpin. Mudah-mudahan ini menjadi momentum agar kita semakin peduli mendampingi anak-anak Indonesia menjadi generasi yang hebat,” pungkasnya. (bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *