CB, Lamongan – Komando Distrik Militer 0812/Lamongan menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Makodim 0812/Lamongan, Rabu (20/5/2026).Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0812/Lamongan, Mayor Cpm Marsidianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh segenap jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0812/Lamongan.
Pada peringatan tahun ini, Harkitnas mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini menjadi alarm penting bagi seluruh elemen bangsa untuk membentengi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Cpm Marsidianto membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid. Dalam amanatnya, Menkomandigi menyoroti pergeseran tantangan zaman yang dihadapi Indonesia saat ini.
”Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” ujar Kasdim saat membacakan amanat.
Amanat tersebut juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda di ruang digital serta penguatan persatuan bangsa. Secara filosofis, Kebangkitan Nasional dipandang sebagai proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis—artinya, bangsa Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa sedikit pun kehilangan jati diri nasionalnya.
Sejarah mencatat bahwa semangat tahun 1908 merupakan tonggak awal di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat. Di era modern ini, perjuangan tersebut dilanjutkan dalam bentuk penguasaan teknologi dan informasi.
Melalui momentum Harkitnas ke-118 ini, Kodim 0812/Lamongan mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan, untuk bersama-sama menjaga “tunas bangsa” agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, berkarakter, dan tetap setia menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Lg)
