CB, Pasuruan – tebing longsor yang membatasi tepi Sungai Tanjungarum dengan jalan kabupaten ruas Jetak–Dayurejo di Dusun Ngemplak, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tak kunjung mendapatkan perbaikan.
Kondisi ini suad lama di biarkan , kini memicu kekhawatiran, bagi para pebguna jalan karena dapat menimbulkankejadian yang tak di sangka2juga berpotensi memutus akses jalan utama jika terus dibiarkan.
Longsoran tebing tanah akibat gerusan air hujan tersebut, memiliki dimensi yang cukup besar, yakni panjang sekitar 15 meter dengan ketinggian mencapai 10 hingga 12 meter. Mengingat lokasinya yang mepet dengan jalur aktif kendaraan, badan jalan kabupaten di sisi timur tebing, kini rawan ikut ambrol ke dasar sungai.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungarum sebenarnya telah bergerak cepat melaporkan bencana ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, sesaat setelah kejadian. Pihak BPBD bersama perwakilan Kecamatan Sukorejo, bahkan sudah melakukan survei dan asesmen langsung di lapangan keesokan harinya.
Namun, hingga pertengahan Juni 2026, realisasi perbaikan fisik dari dinas teknis masih nihil. Kondisi ini memicu kekecewaan dari pemdes setempat, terutama karena melihat adanya ketimpangan penanganan dengan wilayah tetangga.
“Di sebelah barat lokasi ini, tepatnya masuk wilayah Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, juga ada tebing sungai yang longsor pada Februari 2026 lalu.
Tapi di sana sekarang sudah tuntas diperbaiki. Harusnya di sini juga segera ditangani, jangan malah dilewati,” keluh Sekdes Tanjungarum, M. Nur Soleh, kepada Media Cahaya Baru 22 Juni 2026.Sebagai langkah antisipasi mandiri agar tidak memakan korban, pihak pemdes telah memasang tong bekas sebagai penanda darurat di bahu jalan.
Pengendara yang melintas, khususnya dari arah selatan menuju utara, diimbau untuk ekstra waspada saat melewati titik rawan tersebut. Sementara itu, akses mobilitas warga di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, semakin terisolasi.
Selain masalah tebing jalan yang longsor, pondasi jembatan alternatif yang menghubungkan Dusun Ngemplak dengan Dusun Tambakrejo, kini juga dilaporkan ambrol dan memaksa petugas menutup total akses bagi kendaraan roda dua.
Kerusakan parah ini terjadi pada pondasi sisi sebelah timur jembatan, dengan dimensi longsoran mencapai panjang sekitar 8 hingga 10 meter dan tinggi 10 hingga 12 meter.
“Pihak pemdes sudah melaporkan kerusakan pondasi jembatan ini ke BPBD Kabupaten Pasuruan melalui Kantor Kecamatan Sukorejo. Namun sampai saat ini kondisinya masih sama, belum ada perbaikan fisik dan kami hanya bisa menunggu kepastian,” bebernya
Di sisi lain juga akses jalan Pandaan – Bangil 3 km arah Pandaan di sisi Timur Sekolah Muhammadiyah Pandaan jalan terlalu sempit akibat tergerus air sehingga mepet dengan saluran irigasi sungai dan tidak adanya pengamanan yakni guard drill. Demi untuk memberikan keselamatan para pengguna jalan perlu sekali akases jalan di perlebar sekitar 4 m agar aman. Shod
