Connect with us

DAERAH

Ratusan Layang-layang Hiasi Langit Pantai Dlodo, Pemkab Tulungagung Dorong Sport Tourism

Published

on

CB, TULUNGAGUNG – Ratusan layang-layang menghiasi langit Pantai Dlodo Citra Gemilang, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, pada Minggu (6/8/2026). Festival layang-layang yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Tulungagung ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong pengembangan pariwisata di kawasan pesisir selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengatakan festival tersebut menjadi wadah bagi para pegiat dan pecinta layang-layang dari berbagai daerah. Kegiatan itu terbuka untuk masyarakat umum dan mendapat perhatian tidak hanya dari masyarakat Jawa Timur, tetapi juga peserta dari luar provinsi, seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Menurut Baharudin, Pantai Dlodo Citra Gemilang memiliki karakteristik yang mendukung untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk festival layang-layang. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga sarana edukasi serta komunikasi kepada masyarakat.

“Harapan kami, festival ini bisa memberikan edukasi karena layang-layang adalah warisan budaya. Apalagi saat ini sudah semakin berkembang, dan ada unsur olahraga dan budaya,” terang Baharudin dalam sambutannya.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata di kawasan pesisir selatan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Kemudahan akses menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah tersebut, salah satunya melalui pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan berbagai event.

Atas dasar itu, Pemkab Tulungagung berencana mendorong festival layang-layang tersebut masuk dalam kalender event tahunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkreasi dan meningkatkan ekonomi melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba layang-layang ini,” tegasnya.

Baharudin menambahkan, festival tersebut bukan hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, berolahraga sekaligus menikmati potensi wisata Pantai Dlodo.

Pemkab Tulungagung melihat kegiatan semacam itu memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari promosi destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Baharudin, festival layang-layang memiliki nilai lebih karena memadukan olahraga, kreativitas, hiburan dan kearifan lokal dalam satu kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan saya pribadi, semoga acara ini sukses. Bukan hanya menampilkan keindahan maupun lomba dan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi serta kearifan lokal yang terus dilestarikan,” kata Baharudin.

Ia berharap kreativitas masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Event yang mampu mendatangkan peserta maupun pengunjung dari luar daerah dinilai berpotensi menggerakkan berbagai sektor usaha di sekitar lokasi kegiatan.

Dan, kehadiran pengunjung dari luar daerah, lanjutnya, dapat memberikan peluang ekonomi bagi pedagang, pelaku UMKM, pengelola parkir, jasa transportasi hingga masyarakat sekitar.

“Ini juga untuk mempromosikan tempat wisata di Tulungagung, apalagi saat ini sudah semakin berkembang, ada unsur olahraga dan budayanya,” ujarnya.

Keberadaan Pantai Dlodo sebagai lokasi festival juga dinilai strategis. Hamparan kawasan pantai yang luas memberikan ruang memadai untuk aktivitas layang-layang, sementara karakter alam pesisir menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Pemkab Tulungagung berharap semakin banyak kegiatan digelar di destinasi wisata sehingga masyarakat yang datang tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mengenal berbagai potensi wisata di sekitarnya.

Festival layang-layang tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung. Berbagai agenda peringatan hari jadi akan digelar secara berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang.

Baharudin mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa peringatan hari jadi daerah dapat diisi dengan berbagai kegiatan kreatif, olahraga, budaya dan pariwisata.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia, komunitas pelayang, peserta serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan berskala besar tidak dapat terlaksana tanpa dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

“Saya mengapresiasi penyelenggara dan semua pihak. Tanpa kerja keras semua pihak, kegiatan seperti ini tidak mungkin bisa sukses,” ujar Baharudin.

Ia pun berharap festival layang-layang di Pantai Dlodo dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin menarik dan mampu mendatangkan masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.

“Bisa menjadi acara tahunan yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat, baik Tulungagung maupun luar Tulungagung,” imbuhnya.

*Dorong Sport Tourism*

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengatakan festival layang-layang tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Pria yang akrab disapa Mamad itu menjelaskan, olahraga memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan dan tidak terbatas pada pertandingan di fasilitas olahraga. Kegiatan layang-layang di kawasan pantai, misalnya, dapat menjadi perpaduan antara olahraga, rekreasi dan pariwisata.

“Kita ingin masyarakat gemar berolahraga sekaligus memajukan sport tourism di Tulungagung,” katanya.
Ke depan, Dispora Tulungagung akan mendorong kolaborasi lebih kuat dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang mempertemukan sektor olahraga dan pariwisata.

Menurut Mamad, Tulungagung memiliki banyak destinasi yang dapat dijadikan lokasi kegiatan olahraga maupun rekreasi. Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dinilai penting agar setiap event memiliki konsep yang lebih terarah sekaligus memberikan dampak terhadap promosi destinasi wisata.

Festival layang-layang di Pantai Dlodo menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan olahraga masyarakat dapat ditempatkan dalam konteks pengembangan pariwisata daerah.

Festival yang memasuki penyelenggaraan kali ketiga tersebut menghadirkan berbagai kategori perlombaan layang-layang dengan peserta dari tingkat nasional. Kreativitas menjadi salah satu daya tarik utama karena peserta tidak hanya dituntut mampu menerbangkan layang-layang, tetapi juga menampilkan karya dengan bentuk, desain dan karakter yang menarik.

Kehadiran peserta dari luar daerah sekaligus menunjukkan bahwa layang-layang masih memiliki komunitas dan penggemar yang cukup kuat. Bagi Tulungagung, kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan Pantai Dlodo dan destinasi wisata lainnya kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Di sisi lain, festival tersebut memperlihatkan bahwa permainan tradisional dapat dikemas menjadi event modern tanpa kehilangan akar budaya dan nilai kebersamaan.

Pada akhirnya, festival layang-layang di Pantai Dlodo bukan semata-mata persoalan perlombaan dan siapa yang menjadi pemenang. Di balik warna-warni layang-layang yang memenuhi langit, terdapat upaya membangun ruang kreatif bagi masyarakat, memasyarakatkan olahraga, menjaga kearifan lokal sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Tulungagung.

Jika dikembangkan secara konsisten dan dikemas semakin profesional, kegiatan tersebut berpeluang menjadi salah satu ikon sport tourism di kawasan pesisir selatan. Pemerintah, komunitas dan masyarakat memiliki peran bersama untuk memastikan festival tidak sekadar menjadi acara tahunan, tetapi berkembang menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan Tulungagung ke luar daerah.

Sementara itu, Camat Kalidawir Rusdiyanto mengatakan festival layang-layang tersebut diharapkan semakin memperkenalkan destinasi wisata di wilayah selatan Tulungagung kepada wisatawan dari luar daerah.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisata juga berpotensi memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan perekonomian masyarakat sekitar.
“Ketika destinasi wisata dan UMKM maju, tentunya perekonomian di wilayah selatan juga akan lancar,” kata Rusdiyanto.(HS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *