CB – Sebanyak 800 pohon produktif hijaukan Lanud Sultan Iskandar Muda sebagai salah satu jalur evakuasi jika terjadi bencana alam, seperti gempa ataupun tsunami, Sabtu (18/11/2017).
Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Aksi Tanam Pohon Cut Murnita dalam rangka memperingati 13 tahun gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember mendatang. Menurutnya, penanaman pohon di Lanud Sultan Iskandar Muda merupakan penanaman tahap kelima, dimana sebelumnya dilakukan penanaman pohon di wilayah Kampung Jawa, Ulee Lheue, Tibang dan tempat lainnya.
Dalam penanaman pohon kali ini, menurut Humas Museum Tsunami Aceh Nella Vitriani, melibatkan sebanyak 200 relawan terdiri atas pelajar, komunitas dan masyarakat Aceh yang telah mendaftarkan diri secara online maupun datang langsung ke Museum Tsunami Aceh. “Antusias masyarakat menjadi relawan dalam menanam pohon sangat besar sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekitar,” ujarnya ketika diwawancara. Aksi ini, lanjutnya, terlaksana atas kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Krueng Aceh, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh dan Dinas Sosial Provinsi Aceh.
Mewakili BPDASHL Krueng Aceh, Bapak Udin Samudin mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung aksi tanam pohon yang telah digagas Museum Tsunami Aceh dan telah menyediakan 13.000 bibit pohon yang siap tanam. “Semoga keterlibatan kita dalam penanaman pohon ini menjadi berkah bagi Aceh,” katanya.
Bibit pohon yang telah disediakan, ujar Ibu Emilia Agustina, sebanyak 800 pohon ditanam di Lanud Sultan Iskandar Muda dan 100 pohon di Koramil Blang Bintang, 50 pohon di Polsek Blang Bintang dan 50 pohon di Kecamatan Blang Bintang. “Total sebanyak 1000 pohon ditanam di wilayah Blang Bintang, Aceh Besar,” tambahnya. (Ertin Primawati)
