Peduli Pendidikan, Polisi Ini Rela Mengajar di SD Pelosok Negeri

CB, Kalimantan Barat – Semuanya berawal ketika Brigadir Polisi Firman menyampaikan niatnya untuk membantu, agar anak-anak mampu mengejar ketinggalan Calistung (membaca, menulis dan berhitung). Izin membantu mengajar dengan menggunakan seragam polisi, Pak Kades pun menyambut keinginan Pak Polisi dengan semangat. Kemudian bertemu dengan Kepala SDN 13 Bareh, Rompos.Rabu (22/11/2017).

Berangkat dari hal tersebut, Brigadir Pol. Firman bersama dengan Tim Kiat Guru berdiskusi dengan Kepala Desa Sekendal, yakni Markus Pasaribu, terkait tantangan yang ditemukan di SDN 13 Bareh.

Dia pun menyampaikan niatnya untuk membantu SDN 13 Bareh agar anak-anak di sana paling tidak mampu mengejar ketinggalan membaca, menulis, dan berhitung. Setelah berdiskusi dengan Kades dan beliau menyambut baik hal tersebut, Brigpol Firman akhirnya dapat bertemu langsung dengan Kepala SDN 13 Bareh, Rompos, untuk berdiskusi sekaligus memohon izin untuk bisa membantu mengajar di SDN 13 Bareh.

Rompos ternyata sangat menyambut baik hal tersebut. Ia sendiri mengatakan bahwa beliau pun sedih melihat kondisi sekolah saat ini. Ajuan untuk menambah guru di SDN 13 Bareh memang sudah dilakukan, namun karena masih banyak juga sekolah lain yang kekurangan guru, maka masih sulit untuk mendapatkan guru tambahan.

Akhirnya, Brigpol Firman pun siap untuk membantu mengajar 1 hingga 2 kali dalam seminggu. Tidak hanya itu, ia pun siap mengajukan guru honor dari putra dan putri daerah Dusun Bareh yang mau dan mampu untuk mengajar di SDN 13 Bareh, sebagai jawaban atas kurangnya tenaga pendidik di sana.

Untuk membayar guru honor tersebut, Brigpol Firman siap dan optimis adanya donatur yang siap membantu. Saat ini, sudah ada penambahan satu guru honor yakni, Ibu Pina yang honornya siap dicarikan oleh Brigadir Pol. Firman dari para donatur.

“Selama saya mengajar di sana, awalnya memang saya perihatin dengan kemampuan dasar anak-anak di SDN 13 Bareh, namun setelah beberapa kali mengajar di sini, saya melihat adanya peningkatan kemampuan anak dan tentu ini adalah harapan bagi masyarakat Dusun Bareh agar lebih semangat memajukan pendidikan di Dusun Bareh.” ucap Brigadir Pol. Firman.

Saat di sekolah Brigpol Firman fokus mengajar anak untuk membaca, menulis, dan berhitung agar tidak ada lagi anak-anak SDN 13 Bareh yang tidak bisa melakukannya. Anak-anak pun semangat dengan kedatangan Brigadir Pol. Firman selama mengajar. Bagaimana tidak? Sosok polisi yang selama ini menjadi cita-cita bagi sebagian anak-anak di SDN 13 Bareh saat ini muncul di sekolah dan mengajar mereka. Dengan seragam polisi lengkap, anak-anak pun semakin senang dekat dengan Brigadir Pol. Firman.

“Kami senang sekarang ada bapak Polisi mengajar kami, jadi kami lebih pintar,” Kata Ivan, salah satu anak di SDN 13 Bareh.

Hal tersebut, juga dirasakan oleh masyarakat Dusun Bareh, Marsiana Indon. Salah seorang orang tua murid yang menjadi Kelompok Pengguna Layanan (KPL) KIAT Guru di Dusun Bareh pun menyampaikan rasa syukurnya.

“Sekarang ada perubahan pada anak-anak saya. Semenjak ada Brigpol Firman, tambahan guru honor, KIAT Guru, dan sekolah minggu oleh orang tua, anak-anak saya sudah bisa baca, padahal sebelumnya belum bisa,” ujarnya.

Selama satu tahun bertugas, Brigadir Pol. Firman mengungkapkan, perubahan inilah yang menjadi harapan bagi masyarakat, khususnya di Dusun Bareh Desa Sekendal bahwa memang anak-anak mereka adalah mutiara yang selama ini terpendam. Harapan tersebut adalah ketika adanya keterlibatan berbagai pihak, yakni orang tua, masyarakat, sekolah, pemerintah desa, dan semua elemen yang siap dan mau untuk terlibat mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami bekerja dan bertugas untuk membina masyarakat. Dan di sinilah kami hadir, dengan harapan agar sekolah, orang tua, masyarakat, bahkan kami dari kepolisian dapat bekerjasama untuk memajukan pendidikan, khususnya pendidikan di Dusun Bareh yang saat ini sudah tertinggal lima sampai enam langkah, kalau bisa jadikanlah minimal satu langkah, bahkan kalau bisa sejajar dengan sekolah-sekolah lainnya yang sudah baik. Karena, ini adalah tentang masa depan generasi penerus kita, penerus bangsa,” tutupnya. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *