Tulungagung Pernah Memiliki Sejarah Gemilang di Dunia Tinju Pertina Rangsang Bonus dan Pekerjaan Bagi Atlit

CB, Tulungagung – Persatuan Tinju Nasional (Pertina)  Kabupaten  Tulungagung,  bakal melakukan selektifitas bibit-bibit yang memiliki potensi dalam dunia olah raga tinju.  Hal ini, tak lain   upaya Pertina Tulungagung membangun kembali sejarah gemilang yang pernah disandang Kota Marmer dimasa lalu.  Untuk itu  Pertina akan   getol melakukan pencarian bibit-bibit atlit yang akan dipoles untuk dipersiapkan porprov kejuaraan yang sifatnya nasional maupun internasional.

Selain ingin mengankat kembali pamor tinju di Tulungagung,   tentunya Pertina juga mempunyai program bagi  generasi muda yang hobi tawuran tanpa ada arah tujuan.  Generasi generasi seperti inilah yang akan mendapat bimbingan dan diarahkan ke dunia olah raga tinju,  yakni natinya bisa mengangkat derajat meraka mapun keluarganya.  Dan,  bila sukses,  selain menjadi kebanggan bagi keluarganya tentunya juga membawa harum nama Tulungagung.

‘’Mereka para generasi yang hobi tawuran ini akan kita beri pemahaman dan kita arahkan ke olah raga tinju.  Siapa tahu setelah mereka mau menekuni olah raga tinju,  nantinya  mempunyai nasib baik serta menjadi kembanggan keluarga dan  mengharumkan nama Tulungagung,’’kata Ketua Pertina Tulungagung Drs Santoso Msi pada CB.

Lima tahun akhir ini,  lanjut  pria yang juga pernah menekuni dunia olah raga tinju ini,  Tulungagung  merupakan salah satu barometer tinju amatir di Jawa Timur,  bahkan tingkat nasional.  Karena,  beberapa waktu lalu,  kabupaten Tulungagung memiliki juara nasional yang juga  masuk timnas di piala presiden. Namun,  karena ada  permasalahan pada pengurus provonsi,  akhirnya pada pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) tak satupun petinju dari Jatim yang dipakai,  justru KONI Jatim mengambil alih dan membeli petinju dari luar Jawa Timur yang nilainya ratusan juta rupiah.

‘’Padahal, kalau kita melihat kualitas, mereka jauh dari anak-anak Jatim.  Kenapa saya bisa bilang begitu,  karena petinju terbaik Jatim  saat diadakan uji coba,  uji tanding,  anak anak dari yang notabenya petinju dari luar Jawa Timur jauh kuwalitasnya dari mereka,’’kata Santoso yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Tulungagng.

Apa yang terjadi,  jelas Ketua Petina terpilih hasil muskab pada 17 Januari itu,  ternyata  hasilnya juga kurang memuaskan dan Jawa Timur hanya memperoleh satu perunggu.  ‘’Dengan kejadian seperti kemarin itu,  tentunya Koni Jatim harus melakukan evaluasi demi terwujudnya generasi-genarasi petinju yang ada di Jawa Timur,’’jelas Santoso.

Untuk itu,  tambahnya,  banyak langkah langkah yang harus diambil dan  tentunya Pertina Tulungagung akan memaksimalkan anggaran dari KONI Kabupaten Tulungagung.  Langkah  yang pertama,  pihaknya akan melakukan  sesering mungkin melaksanakan pertandingan biar masyarakat tahu bahwa Tulungagung ini merupakan gudangnya atlit..  Dan yang kedua,  dirinya akan melakukan sosialisasi,  khususnya ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan bahwa Pertina Tulungagung mempunyai program tersebut.

‘’Karena,  bagaimana pun,   porprov yang kemarin Kabupaten Tulungagung masih menduduki peringkat 12 dan kedepannya target KONI Tulungagung harus masuk 10 besar,’’ paparnya.  Tentunya,  imbuh Santoso,   ini tidak terlepas dari Pertina Tulungagung yang merupakan salah satu penyumbang medali di porprov lalu.  ‘’Waktu di Jogja,  kita mengirimkan 5 petinju ke Jogja dan Batu Malang,   hasilnya kita mendapat medali perak dan 3 perunggu,’’jelas Santoso

Kesejahteraan Atlit

Bila mau jujur,  Tulungagung memang pernah memiliki sejarah gemilang dalam dunia tinju.  Namun, prestasi yang diraih para atlit-atlit itu,  kadang kurang adanya perhatian  serius terkait kesejahteraan mereka.  Alhasil,  para atlit ini pun kadang lari ke sasana lain maupun enggan menekuni dunia tinju lagi.  Hal tersebut,  sudah seharusnya para atlit mendapat perhatian  lebih serius oleh pihak-pihak terkait.

‘’Jadi gini,  kalau terkait ngomong masalah kesejahteraan tidak hanya terjadi di Tulungagung atau di Jawa Timur.  Tapi,  mungkin secara umum tidak hanya terjadi pada salah satu cabang olah raga tinju saja,’’ dan ini memang  yang harus kita sikapi lebih bijaksana,’’jelas Santoso.

Namun  demikan,  tambah pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Humas ini,   akhir-akhir ini sudah ada peningkatan perhatian dari pemerintah.  Mereka,  para atlit atlit yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara akan  diberi lapangan pekerjaan dan berbagai bonus yang sangat besar.    ‘’Tidak akan ada lagi kejadian seperti kemarin kemarin.  Tentunya,  ini akan kita sampaikan pada mereka agar menjadi motivasi bagi mereka diri sendiri,’’katanya.(had)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *