CB, Surabaya – 09.00wib Koramil 0830/05, Tandes Surabaya. Kembali menggelar acara bersama dalam mensosialisasikan kembali wawasan kebangsaan yang sebelumnya juga telah digelar. Saat ini bergeser di Aula Kecamatan Tandes. Adapun tokoh-tokoh masyarak serta pelajar yang turut hadir diantaranya seperti: sekolah menengah pertama wahid hasyim, sekolah menengah kejuruan Dharma Bahari, Karang Taruna Tandes, dan didukung oleh beberapa anggota keamaan dan pertahanan baik dari polsek tandes dan koramil 0830/05 serta juga menghadirkan perwakilan tokoh agama dari majelis ulama indonesia kecamatan tandes. Pembicara oleh komandan koramil Mayor. Inf. Eko Resmojo 0830/05 Tandes. (26/07/2017).
NKRI /atau Negera Kesatuan Republik Indonesia adalah suatu merupakan bangsa yang besar, bangsa yang kuat dan sejarah juga mencatat bahwa dengan kekuatan yang berasal dari kesatuan dan persatuan bangsa, terkumpul terdiri dari berbagai keanekaragaman suku, budaya, etnis, agama dan adat-istiadat, yang saat ini terindikasi cukup rentan akan suatu perpecahan, jika tidak dikelolah dengan baik.
Dihadapan audience, Eko menjelaskan sekaligus dengan sedikit mempresentasikan di white screen projector,”bahwa kita (bangsa indonesia) dengan seluruh tumpah darah indonesia sebagai anak bangsa, pengelola yang baik, diperlukan cara pandangan dengan sudut yang benar, berorientasikan kepada kepentingan nasional atau untuk kepentingan kebersamaan, pengabdian serta loyalitas yang tinggi, menuju “Wawasan Nusantara”.
Saat wawancara bersama dengan jurnalis media ini, komandan koramil Mayor Inf. Eko Resmojo 0830/05 Tandes memberikan penegasan, bahwa,”Halnya juga sama seperti rasa keinginan untuk melakukan Bela Negara, tentunya dengan rasa timbul atas dasar kesadaran untuk bangkit berdikari, tanpa menggantungkan bantuan dari pihak-pihak lain. Rasa itu harus muncul dengan sendiri, jika ingin memiliki rasa kebangsaan yang tinggi terhadap negeri ini, maka tidak dapat hanya dinyatakan dengan perkataan, namun dengan sebuah perbuatan langkah maju positif untuk bangkit dan merdeka dari penjuru-penjuru aspek.”
“tanpa adanya suatu pembuktian oleh sifat-sifat patriostisme dan bentuk kesadaran rasa cinta tanah air terhadap negeri ini, tentunya dengan menembus berbagai proses aral yang melintang untuk harus ditempuh oleh bangsa itu sendiri juga dilandasi hati yang murni, iklas serta kemauan kuat diri sendiri demi tujuan secara nasional berubah dari keterpurukan, baik secara mental maupun spritual rela berkorban demi nusa dan bangsa.”tandas Eko.
“Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum, dalam berbangsa dan bernegara dan juga Cinta Tanah Air tidak bertentangan dengan suatu prinsip-prinsip Agama, bahkan jelas tercantum di dalam Ajaran Al-quran, bagi saya, bahwa dalam prakteknya yang dituntunkan bagi nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW, mengatakan bahwa orang yang gugur karena membela keluarga, mempertahankan harta, dan negerinya sendiri dinilai sebagai syahid sebagaimana yang gugur membela ajaran agamanya.”Tutup Mayor. Inf. Eko Resmojo Danramil 0830/05 Tandes. (andi)
