Penuh Potensi Wisata, Desa Olean Bentuk Pokdarwis

CB, SITUBONDO – Sebuah desa yang bernama Olean di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,  tampaknya banyak menyimpan sejuta potensi yang harus digali dan dijadikan komoditas wisata. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa, esa Olean selain menyimpan sejuta potensi wisata, di desa tersebut juga memiliki potensi makanan unggulan yang khas.

Dari pengaamatan di lapangan, Desa Olean yang paling nampak di permukaan adalah juga menyimpan sejarah yang mestinya harus dijadikan tempat wisata dengan sebutan destinasi wisata. Sebut saja destinasi wisata sejarah yang menunjukkan bukti-bukti adanya jejak dan sisa kerajaan Majapahit misalnya.

Untuk itulah, Kepala Desa Olean, Anshori hingga detik ini berupaya desanya akan dijadikan sebuah desa wisaata dan kini telah membentuk sebuah kelompok sadar wisata yang disingkat pokdarwis) guna mengembangkan potensi desanya yang menyimpan aroma wisata.

Saat ditemui di kantor desa, Kades Olean, Ansori mengatakan bahwa selama ini desa Olean sudah didatangi salah satu anggota DPR – RI dan juga seorang sutradara film dokumenter dari Jakarta. Namun hingga sejauh ini Kades Ansori tidak menyebut nama sang sutradaara dan anggota DPR-RI itu.

“Sampai sekarang kami sudah membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk bisa bekerja menggali potensi wisata di desa olean yang banyak titik yang akan dijadikan tempat wisata, sperti wisata kereta api uap misalnya, kereta api uap milik PG Olean itu sering dikunjungi dan dipotret oleh para wisatawan lokal mapun manca negara,” ujar Ansori.

Selain deestinasi wisata kereta api uap peninggalan Belanda, juga ada tempat wisata sejarah, wisata religi dan juga wisata di sebuah Dusun bernama Dusun Karang Kenek.

Ansori menambahkan bahwa di Dusun Karang Kenek itu ada sebuah keunikan yang terjadi dan telah berlangsung selama berpuluh tahun.

“Dusun Karang Kenek memiliki keunikan berupa sejumlah binatang buas yang melata seperti Biawak dan ular yang keberadaannya tidak pernah mengganggu kepada keberlangsungan hidup manusia di sekitarnya karena di Dusun itu ada banyak permukiman namun hewan-hewan buas itu tak pernah mengganggu orang di sekitar,” pungkas Anshori. (nis/pranata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *