“Tatap Muka” dengan Forkopimda, Danrem 151/BINAIYA “Sampaikan” Kesulitan Masyarakat Pulau PARANG

CB, (Penrem Binaiya) – Perjalanan Danrem 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian K. Tehuteru ke Kabupaten Seram Bagian Timur, Jumat(22/09/2017) tidak menyianyiakan waktu yang ada, saat berkunjung ke Pulau Parang dan melihat langsung kesulitan yang dialami warga masyarakat, Danrem menyempatkan untuk menyampaikan permasalahan warga yang didapat saat acara tatap muka Danrem kepada Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Kegiatan tatap muka Danrem dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat Seram Bagian Timur (SBT), merupakan kegiatan teritorial yang dilakukan  dalam rangka menjalin tali silaturahmi sekaligus sebagai sarana berbagi informasi khususnya tentang perkembangan situasi dan kondisi wilayah untuk selanjutnya bagaimana menjaga situasi dan kondisi yang ada tetap aman dan kondusif sehingga roda kehidupan masyarakat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Dalam acara tersebut Perwira Menengah yang pernah bertugas di Papua ini juga menyampaikan permasalahan pendidikan dan kesehatan yang dialami masyarakat di Pulau Parang dimana dua desa yang ada disana baik Desa Namalena dan Desa Namandan memiliki permasalahan pendidikan dengan minimnya tenaga pengajar.

Salah satu contoh adanya Sekolah Dasar yang hanya memiliki satu guru saja sehingga anak-anak usia Sekolah Dasar hanya mendapat ilmu pelajaran secara terbatas akibatnya mereka menghabiskan waktu dengan bermain.

Hal ini yang mendapat perhatian dari Danrem, sehingga disarankan agar ada jalan keluar dalam mengatasi masalah pendidikan didaerah terpencil dengan membentuk tenaga pengajar untuk ditugaskan dalam periode tertentu mengajar di daerah serta dilakukan rotasi mengajar agar kebutuhan pendidikan bagi anak-anak dapat terwujud.

“Kita harus kreatif dalam hal pendidikan, karena memang anak-anak muda kita generasi penerus ini bisa lebih baik daripada kita”, ujar Danrem Christian.

Permasalahan lainnya seperti kurangnya fasilitas kesehatan juga dialami masyarakat Pulau Parang. Minimnya tenaga kesehatan seperti perawat dan tidak adanya dokter menjadi kendala bagi masyarakat untuk mendapat layanan kesehatan yang baik.

Oleh sebab itu Danrem mengajak Forkopimda dan tokoh masyarakat SBT untuk peduli dan memperhatikan permasalahan yang ada serta bersama-sama mengatasinya.

Selain itu, Danrem juga menyarankan agar pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah sedapatnya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *