CB, SURABAYA – Para netizen seharusnya bijak dalam menggunakan media sosial, tidak adu domba serta menjelek-jelekkan pihak lain. Pesan itu yang ingin disampaikan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dalam acara pertemuan Kapolda dengan masyarakat dunia maya (Netizen) sebagai potensi pendukung opini positif Polda Jatim.
“Kita merangkul semua para netizen yang cinta kedamaian, berbuat baik dengan hati yang bersih untuk bisa menjaga Jawa Timur. Ayo membangun Jawa Timur yang kondusif dengan media yang ada, jangan malah sebaliknya,” tutur Kapolda Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin usai acara, Rabu (15/11).
Media sosial diibaratkan Kapolda sebagai dua mata pisau, satu sisi bisa dipakai untuk hal-hal yang positif. Sedangkan dilain sisi, media sosial bisa menjadi hal yang membahayakan, tidak hanya bagi pengguna melainkan juga bagi kehidupan bermasyarakat.
“Dengan IT (informasi teknologi) bisa digunakan untuk menyebarkan paham radikal, tidak harus bertatap langsung. Kami berharap, media bisa dipakai untuk kegiatan positif, apalagi tahun depan ada agenda Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah),” lanjut Machfud.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan jajarannya akan men Take Down akun-akun yang tidak bagus.
“Kalau sampai masuk ke ranah hukum akan kita urus, kita pasti tahu siapa peng upload pertama. Ada postingan yang tidak benar, hoax akan kita hajar,” tegasnya.
Dibandingkan masalah kemasyarakatan seperti tindak kriminalitas, Kapolda mengaku masalah yang timbul akibat dampak negatif media sosial lebih sulit ditanggulangi jajarannya.
“Yang paling sulit diberantas polisi adalah opini negatif, sehingga petugas butuh peran para netizen semua, untukĀ lebih bijak menggunakan media sosial,” pesannya.
Acara yang digagas oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) dibawah kepemimpinan Kombes Pol. Barung Mangera ini menghadirkan para netizen di seluruh Jawa timur, Sebagian Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) jajaran Polda Jatim serta para humas Polres.
Sebelumnya, Kabidhumas menyampaikan jika acara tersebut sudah direncanakan berbulan-bulan dan baru terlaksana pada hari ini.
“Yang diundang hanya puluhan, padahal yang ada adalah ribuan. Hal ini karena terbentur tempat,” ucap Barung saat memberi laporannya di awal acara.
Sama hal yang disampaikan Kapolda, Barung juga berharap para netizen memberikan nuansa yang baik dengan menjadikan opini yang sejuk dan bisa diterima masyarakat.
“Semua tidak mungkin hanya Polri tapi (perlu peran) netizen sebagai kepanjangan tangan dari kepolisian agar Jatim aman, nyaman. Tidak ada adu domba antar sesama dalam rangka Harkamtibmas (Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat),” pungkasnya. (yos)
