CB, Yogyakarta – Kondisi wawasan kebangsaan Indonesia saat ini, khususnya tentang bela negara sangat memprihatinkan dan ini harus menjadi perhatian kita semua sebagai generasi penerus bangsa. Apalagi saat ini, dihadapkan dengan era globalisasi yang semakin banyaknya ancaman multi dimensi yang tidak kelihatan.
Oleh sebab itu kepada generasi muda khususnya para pelajar perlu diingatkan dan ditanamkan kembali tentang wawasan kebangsaan dan bela negara sejak dini. Hal itu penting, mengingat generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia.
Demikian disampaikan Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyan, S.E., M.M, saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 45 pelajar Sekolah Minggu Agama Buddha se-Diy yang diadakan di Hotel Galuh Jl. Manisrenggokm. 1, Tlogo, Prambanan, Yogyakarta, Kamis (16/11/2017).
Menurutnya, rasa dan Semangat kebangsaan merupakan wujud dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad untuk menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara negara-negara di dunia. Sehingga akan menjadi generasi legenda yang akan menjadi pioner untuk menjadi motivator bangsa.
“Hal ini harus benar-benar dilandasi semangat kebersamaan, senasib dan sepenanggungan. Demi katangguhan ketangguhan bangsa dalam menghadapi ancaman. Yang terjadi saat ini, dan harus diwaspadai oleh generasi muda adanya “Proxy War” yang sudah menyerang Indonesia dengan sasaranya adalah generasi muda. Dimana proxy war ini bertujuan untuk menghilangkan rasa nasionalisme dan patriotism untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyan, S.E., M.M.
Sementara itu, pembimbing lapangan siswa siswi sekolah minggu Agama Buddha mengharapkan kegiatan wawasan kebangsaan seperti ini dapat diindaklanjuti agar lebih intensif, dengan beragam materi dan rangkaian kegiatan.
“Sehingga bermanfaat untuk membina generasi muda yang cerdas, nasionalis, heppy mandiri, berprestasi, sukses dan bahagia,” ucapnya. (Ertin Primawati)
